Banjir Rendam Area Pesawahan Wilayah kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap
Kab.Cilacap-Suara Pakta.com -Banjir kembali melanda desa Mulyasari, Mulyadadi dan desa Padangsari kecamatan majenang kabupaten Cilacap, banjir tersebut merendam hektaran sawah yang sudah siap panen kini terlihat bak lautan yang tentunya mengakibatkan para petani mengalami kerugian besar karena padi yang siap panen mengalami kerusakan dan membusuk.Rabu,(12/11-2025)
Banjir sering terjadi setiap tahun selalu menggenangi sawah di beberapa kecamatan yang berada di kabupaten cilacap para petani yang berada di wilayah Cilacap khususnya bagian barat meminta pemerintah untuk memperbaiki tanggul sungai Kawung, sungai Cileumeuh, sungai Cilopadang, sungai Cijalu dan sungai Cilanggir yang terletak di wilayah kecamatan Majenang dan kecamatan Cimanggu.
Dengan cuaca hujan yang sulit ditebak dan curah hujan yang memang luar biasa tentu akan menimbulkan banjir dan secara tidak langsung telah membuat roda perekonomian masyarakat terganggu, terutama para petani banyak yang gagal panen maupun tidak maksimal hingga merugi, sudah barang tentu para petani mengharapkan bantuan pangan atau beras dari pemerintah, sebagai bentuk perhatian bagi masyarakat yang sawahnya terdampak banjir.
Didi Yudi Cahyadi ketua komisi B DPRD Cilacap menjelaskan kita harus waspada dengan cuaca ekstrim yang terjadi di minggu-minggu ini dan sudah terbukti banjir di daerah Mulyasari Mulyadadi dan Padangsari juga menyisir ke daerah Cipari yaitu desa Sidadadi.
"Ini sebuah kejadian yang harus betul-betul segera ditangani karena banjir ini adalah banjir tahunan atau setiap tahun terjadi maka harapan kita dinas pertanian, BBWS dan PSDA untuk Rembuk bareng bagaimana agar para petani ini tidak selalu menjadi korban kebanjiran," terangnya.
Lebih lanjut dikatakan daerah Mulyadadi, Mulyasari dan Padangsari Selatan ini adalah pertemuan hampir ada 5 sungai yang bermuara di sana semua, sehingga air yang dari kota Majenang dan sekitarnya itu tumpah ke sana sehingga meluap. Untuk itu kita harus duduk bersama antara BBWS, PSDA, dinas Pertanian bagaimana memecahkan solusinya atau kalau perlu di daerah yang kebon karet itu di selatan itu dibikin embung yang besar untuk penampungan sehingga ketika air datang bisa tersalurkan embung tersebut.
"Kita sampaikan ke dinas Pertanian Kabupaten sama Provinsi Insya Allah kalau masih ada nanti bantuan cadangan pangan pemerintah dan kita akan sampaikan kepada kepala desa nanti untuk membikin surat agar meminta bantuan beras untuk para petani yang korban kebanjiran," pungkasnya. (Ben)









Posting Komentar