Komisi II DPRD KBB Tinjau Pasar dan Objek Wisata, Pastikan Stabilitas Harga dan PAD
Kab.Bandung Barat, Suara Pakta.Com- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Amung Ma'mur, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian peninjauan ke beberapa titik strategis, mulai dari pasar, bekas gedung Balai Latihan Kerja (BLK), hingga objek wisata di awal tahun 2026. Hal itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Setelah Nataru, kita langsung cek kondisi pasar agar tidak ada lonjakan harga yang tidak masuk akal," kata Amung, Selasa 6 Januari 2026. "Jadi Pemerintah Daerah harus siap hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan barang aman hingga menjelang Ramadan," ujarnya.
Dalam peninjauan ke Pasar Panorama dan Pasar Buah Lembang, Amung mengklaim bahwa harga komoditas saat ini masih dalam kondisi stabil dan daya beli masyarakat terjaga dengan baik. Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar pemerintah tetap siap melakukan operasi pasar jika terjadi potensi kenaikan harga mendadak.
"Saat ini harga masih normatif, tapi kita harus tetap waspada. Kami juga mengecek kondisi retribusi pasar, tahun 2025 sebagian besar sudah tercapai, kecuali dari Pasar Buah," jelasnya.
Pasar Buah, yang memiliki total 57 kios, hanya diisi oleh 10 kios saja sehingga menyebabkan retribusi tidak terpenuhi. "Kami mendorong agar tempat ini difungsikan kembali, bisa jadi sentra oleh-oleh atau kuliner," sebutnya.
"Jangan sampai kios kosong terus, lebih baik dioptimalkan untuk tambah PAD," ucapnya.
Peninjauan juga dilakukan ke bekas gedung BLK yang terletak di depan Alun-alun Lembang. Kondisi gedung yang kini kosong dan tidak layak digunakan dinilai memprihatinkan, sehingga Komisi II mendorong Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KBB untuk segera membuat kajian pemanfaatan aset tersebut.
"Kita tidak bisa biarkan aset Pemda dibiarkan rubuh atau tidak terpakai. Bisa jadi sentra kuliner, sentra oleh-oleh khas Bandung Barat, atau bahkan kantong parkir. Tapi ini perlu kajian mendalam oleh pihak yang berkompeten, bukan hanya gagasan semata," jelasnya.
Lebih lanjut Amung menuturkan, informasi yang diterima dari BKAD menyebutkan gedung tersebut saat ini benar-benar kosong, meskipun ada kabar sebelumnya tentang penggunaan oleh organisasi masyarakat.
Komisi II juga meninjau objek wisata salah satunya Floating Market yang dikelola oleh grup Pak Feri. Kinerja objek wisata tersebut dinilai baik dan lancar, serta tetap taat terhadap peraturan yang berlaku.
"Kami mengapresiasi komitmen mereka, meskipun masih ada potensi yang bisa ditingkatkan. Tugas kami bersama Bapenda adalah mencari potensi PAD dari sektor pariwisata dan meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi," ujarnya.
Amung juga menegaskan bahwa pihaknya bakal memastikan rekon data setoran pajak dan retribusi dari sektor pariwisata setelah musim Nataru.
"Itu dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan dan PAD yang masuk sesuai dengan potensi yang ada," tandasnya. (**)





Posting Komentar