Cimahi Dukung Pendidikan Seumur Hidup, Pentas Seni Sekolah Lansia Budi Luhur Digelar
Cimahi, Suara Pakta.Com- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Hal ini diwujudkan melalui Pentas Seni Sekolah Lansia Budi Luhur yang digelar di STIKes Budi Luhur.
Kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan capaian pembelajaran lansia sekaligus memperkuat peran pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia lanjut.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat yang tidak dibatasi usia.
"Ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan tidak berhenti pada usia tertentu, melainkan merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning," ujar Adhitia.
Adhitia menegaskan bahwa esensi pendidikan bagi lansia tidak semata pada jenis ilmu yang dipelajari, melainkan pada aktivitas dan produktivitas yang dijalani.
Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan antara keaktifan lansia dengan kesehatan fisik dan mental.
"Seluruh penelitian juga menyatakan, kalau kita terus aktif dan produktif, itu akan berpengaruh terhadap sensorik dan motorik. Jadi berapa pun usia itu sudah bukan menjadi halangan," katanya.
Adhitia mencontohkan kondisi di Jepang yang tengah menghadapi krisis demografi, namun tetap mampu bertahan karena peran aktif lansia dalam berbagai sektor.
"Di Jepang, yang kerja siapa? Para lansia. Mereka masih jualan makanan, jadi sopir taksi, bahkan masih bekerja di pabrik. Artinya usia itu hanya sekadar angka, yang paling penting adalah spirit dan motivasi untuk tetap aktif dan produktif," tutur Adhitia.
Ia menambahkan bahwa keberagaman usia di Kota Cimahi justru menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah. Adhitia menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi sebagaimana tertuang dalam visi Cimahi Mantap.
"Pembangunan Cimahi yang maju, agamis, nyaman, teladan, aman, dan produktif harus dilakukan melalui kolaborasi lintas generasi. Setiap generasi punya kelebihan masing-masing, dan itu harus saling melengkapi," katanya.
Adhitia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Budi Luhur dan STIKes Budi Luhur atas kontribusi nyatanya dalam mendukung pembangunan Kota Cimahi, khususnya di wilayah Cimahi Selatan. Ia menilai kehadiran STIKes Budi Luhur telah memberikan dampak konkret bagi masyarakat.
"Dengan hadirnya STIKes Budi Luhur, dua kelurahan di Cimahi Selatan, yakni Cibeber dan Leuwigajah, berturut-turut meraih prestasi dan menjadi juara. Ini bukti bahwa STIKes Budi Luhur adalah kampus yang benar-benar berdampak," ujarnya.
Adhitia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cimahi memandang pendidikan lansia sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan.
"Pendidikan, menurutnya, harus menjangkau seluruh siklus kehidupan, tidak terbatas pada anak-anak dan usia produktif. Ke depan, Pemkot Cimahi mendorong terwujudnya ekosistem pembelajaran sepanjang hayat yang memungkinkan seluruh warga, tanpa memandang usia, untuk terus belajar, berkreasi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
Dengan demikian, Cimahi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pendidikan seumur hidup yang berkualitas dan inklusif,"tandasnya. (**)





Posting Komentar