Pemko Cimahi Peringati Hari Peduli Sampah Nasional : Ngatiyana Ingatkan Kembali
Cimahi,Suara Pakta.Com- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung di Kampung Cirendeu Kelurahan Leuwigajah pada Jumat (21/02/2026).
Peringatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR, dan unsur masyarakat lainnya.
Ngatiyana mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi untuk peduli terhadap lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.
"Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bencana yang mengakibatkan korban jiwa, seperti yang terjadi pada tahun 2025 di Cirendeu," kata Ngatiyana.
Ngatiyana mengatakan bahwa Pemerintah Kota Cimahi sedang berupaya untuk mengatasi sampah dengan cara mengolah dan memilah sampah dari rumah.
"Tujuan kita adalah Zero To TPA, artinya sampah tidak perlu dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi diolah di wilayah kita masing-masing," terang Ngatiyana.
Ngatiyana melanjutkan bahwa Kota Cimahi menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, dan kita harus bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi lagi tragedi yang sudah kita alami.
"Pengalaman pahit jangan terulang kembali dan jangan menimbulkan korban lagi di Kota Cimahi," tegas Ngatiyana.
Alhamdulillah, peringatan hari ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah dengan baik.
"Kita harus terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," tandas Ngatiyana.
Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/BPLH Agus Rusly menyampaikan bahwa sesuai arahan dengan RPJMN 2025-2029, yaitu mencapai 100% sampah terkelola pada tahun 2029.
Artinya, semua sampah yang dihasilkan dapat dikendalikan dan diolah dengan baik.
"Untuk mencapai tujuan ini, kita harus fokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk organik cair, dan biodigester, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan," ucap Agus Rusly.
Menurut Agus Rusly, Kota Cimahi sendiri menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, dan kita harus bisa mengelola minimal 50% dari jumlah tersebut menjadi sampah organik.
"Sisa sampah anorganik dapat diolah melalui bank sampah, TPS 3R, dan TPST yang ada di Kota Cimahi," ucap Agus Rusly.
Kalau secara nasional, Indonesia menghasilkan lebih dari 140.000 ton sampah per hari, namun hanya sekitar 25% yang dapat dikelola. Kita harus mengoptimalisasi fasilitas yang ada, mengaktifkan fasilitas yang tidak jalan, dan membangun fasilitas baru untuk meningkatkan pengelolaan sampah.
"Tujuan kita adalah mencapai 100% sampah terkelola pada tahun 2029, seperti yang dicanangkan oleh Presiden dalam gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Risi, dan Indah.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta mengurangi dampak negatif dari sampah terhadap lingkungan.
"Kita harus terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah dengan baik, serta meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah yang ada.
Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat mencapai tujuan 100% sampah terkelola pada tahun 2029.
"Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi masa depan,"tandas Agus Rusly. (Rutandi)









Posting Komentar