Ancaman Kejahatan Siber Meningkat, Pemerintah Kota Cimahi Siap Mengantisipasi
Ancaman kejahatan siber semakin meningkat seiring masifnya aktivitas digital masyarakat. Berbagai modus seperti phishing, malware, hingga pencurian data menjadi risiko yang perlu diwaspadai, termasuk di daerah seperti Kota Cimahi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, menyebutkan bahwa serangan terhadap sistem seperti probing, scanning, hingga brute force memang terdeteksi secara berkala. Namun, seluruh upaya tersebut berhasil ditangani dengan sistem pengamanan berlapis.
"Ahmad Saefulloh menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang digunakan meliputi teknologi seperti Wazuh, Web Application Firewall, serta pengamanan jaringan berbasis Sophos. "Semua potensi serangan dapat dideteksi, diisolasi, dan dimitigasi secara efektif," katanya, Senin (6/4/2026).
Meski demikian, ia mengungkapkan adanya sejumlah kasus pada level individu. Insiden tersebut umumnya dipicu rendahnya kesadaran keamanan digital, seperti penggunaan kata sandi lemah atau mengakses tautan mencurigakan.
"Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi titik rentan dalam keamanan siber. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak pada sistem pemerintahan secara keseluruhan," ujar Ahmad Saefulloh.
Diskominfo Kota Cimahi terus memperkuat sistem keamanan, termasuk memperluas penerapan Multi-Factor Authentication (MFA) pada sistem kritikal serta meningkatkan kapasitas deteksi dan respons melalui pengembangan SOC," tambahnya.
"Pemerintah juga rutin melakukan pengujian keamanan, seperti vulnerability assessment dan penetration testing, guna memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan keamanan siber di Kota Cimahi dapat terus ditingkatkan,"tutup Ahmad Saefulloh. (Rustandi)




Posting Komentar