Dinkes Cimahi : Waspadai Kemunculan Kasus Campak
Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan kasus temuan penyakit campak itu didapat dari laporan rumah sakit di Kota Cimahi. Sehingga jumlah yang terdeteksi tersebut bukan hanya yang berasal dari Kota Cimahi saja, tapi ada juga dari luar daerah.
"Di Cimahi itu dari 155 suspek yang udah positif 16 orang. Tapi itu bukan hanya warga Cimahi saja, ada juga dari luar daerah yang dirawat di rumah sakit di Cimahi. Tapi sekarang sudah sembuh," ungkap Mulyati, Selasa (7/4/2026).
Dari 16 kasus yang terkonfirmasi positif, terang dia, 15 orang di antaranya ternyata belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (campak-rubbela). Sehingga Dinkes Kota Cimahi mengimbau agar para orang tua membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin MR,"tambah Mulyati.
Mulyati menegaskan, imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak. Sebab, vaksin tersebut bisa menambah kekebalan tubuh anak. Jadwal dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia di bawah 2 tahun atau 18 bulan dan 5-7 tahun pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Dinkes Kota Cimahi telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus campak dengan meningkatkan surveilans dan pengawasan di lapangan," katanya.
Mulyati juga menekankan pentingnya etika batuk dan bersin untuk mencegah penularan campak. Sebab, penularan penyakit tersebut bisa melalui droplet dari orang ke orang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.
Campak disebabkan virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari Paramyxoviridae. "Jadi tutup mulut saat batuk dan sering mencuci tangan, menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam. Kemudian pola hidup bersih dan sehat juga sangat penting untuk pencegahan campak," katanya.
"Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat mencegah penyebaran kasus campak di Kota Cimahi," tandas Mulyati. (Rustandi)




Posting Komentar