Duka Mendalam Menyelimuti Kota Cimahi
Kehadiran Ngatiyana bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan atas pengorbanan besar seorang prajurit yang gugur di medan tugas internasional. Dalam suasana haru, ia menegaskan bahwa almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa.
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar diketahui gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia di Lebanon. Penugasan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang tidak semua prajurit dapat emban. Ngatiyana menekankan, pengabdian almarhum menjadi bukti nyata bahwa prajurit Indonesia tidak hanya menjaga kedaulatan di dalam negeri, tetapi juga berperan aktif menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
"Atas nama Pemerintah Kota Cimahi dan masyarakat, Ngatiyana menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga berharap keluarga diberikan kekuatan menghadapi kehilangan ini.
Kepergian Kapten Zulmi menjadi kehilangan besar yang tidak tergantikan. Namun di balik duka, tersimpan kebanggaan atas dedikasi dan keberanian almarhum yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
"Bagi Cimahi, kepergian ini bukan sekadar kabar duka melainkan pengingat bahwa pengabdian tertinggi seorang prajurit adalah ketika ia rela mengorbankan segalanya demi tugas dan kehormatan bangsa," ujar Ngatiyana.
Ngatiyana juga berharap agar almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan. "Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ngatiyana juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga kepergian Kapten Zulmi menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengabdi dan berjuang demi bangsa dan negara," tandas Ngatiyana. (Rustandi)





Posting Komentar