Forum Anak Cimahi Jadi Ujung Tombak KLA, DP3AP2KB: Cepat Respons Isu Remaja hingga Aksi Sosial
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Cimahi, Neneng Mastoah, saat kegiatan Pembinaan Forum Anak tingkat kecamatan dan kelurahan.
Kegiatan digelar di Aula Gedung C Pemkot Cimahi, Sabtu (18/4/2026), dengan menghadirkan pengurus Forum Anak dari seluruh wilayah Kota Cimahi.
Neneng menjelaskan, kehadiran Forum Anak membantu pemerintah menjangkau persoalan yang tidak sepenuhnya dapat tercover oleh keterbatasan institusi.
Ia menekankan, Forum Anak memiliki keunggulan dalam merespons cepat berbagai persoalan di wilayahnya masing-masing, terutama yang berkaitan dengan anak dan remaja.
"Terkait informasi juga, remaja dalam Forum Anak Cimahi ini lebih cepat kalau ada hal-hal yang terjadi di kewilayahannya, mereka langsung menyampaikan informasi tersebut kepada DP3AP2KB," ujar Neneng pada Jabar Ekspres.
Tak hanya menjadi penyampai informasi, Forum Anak juga aktif memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebutuhan dan aspirasi anak-anak di daerah.
"Kemudian juga mereka memberikan masukan-masukan yang positif, bagaimana untuk mengintervensi dan keinginan anak atau remaja untuk berkegiatan, kami dukung," kata Neneng.
Dalam implementasinya, Neneng menerangkan berbagai kegiatan sosial telah dilakukan Forum Anak Cimahi. Salah satunya berlangsung saat bulan Ramadan.
Saat itu Forum Anak menginisiasi aksi sosial yang menyasar masyarakat kurang beruntung. Mereka bahkan melakukan audiensi dengan pihak legislatif untuk mendorong bantuan sosial bagi anak yatim, yang turut mendapat dukungan dari anggota dewan.
Ke depan, kata Neneng, sinergi juga akan diperluas melalui program edukasi ke sekolah-sekolah. Program ini melibatkan organisasi kewanitaan, termasuk Ikatan Kekeluargaan Istri Anggota Dewan (IKIAD), dengan fokus pada perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
"Dengan memberikan edukasi terhadap anak-anak supaya anak-anak di sekolahan itu bisa membentengi dirinya terhindar dari tindakan-tindakan kekerasan," terang Neneng.
Selain itu, kolaborasi dengan organisasi wanita seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) juga diarahkan untuk memperkuat edukasi terkait pencegahan pernikahan usia dini, pola pergaulan sehat, serta penguatan nilai keagamaan di kalangan remaja.
"Terus pergaulan yang baik seperti apa, dan penguatan secara religinya juga, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti itu," ujar Neneng menutup. Langkah-langkah tersebut menunjukkan, Forum Anak tidak hanya menjadi simbol partisipasi, tetapi telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan hak dan perlindungan anak benar-benar terwujud di tingkat akar rumput. (Rustandi)





Posting Komentar