Ngatiyana: Hilang Huruf “C” Artinya Tanggung Jawab Lebih Besar, Jangan Terjebak Rutinitas
Dalam amanatnya, Ngatiyana mengingatkan sebentar lagi huruf “C” akan hilang dari status Anda. Pada saat itu, Anda bukan hanya menjadi PNS, tetapi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Status baru itu menuntut pola pikir dan etos kerja yang berbeda. ASN tidak boleh sekadar hadir, tetapi harus memberi dampak nyata bagi warga.
"Wali Kota menegaskan birokrasi masa depan membutuhkan SDM yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil, berharap para lulusan Latsar mampu menjadi motor penggerak reformasi birokrasi, menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi. “Era digital tidak menunggu kita siap. ASN Cimahi harus jadi yang terdepan melayani, bukan yang paling lambat bergerak,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ngatiyana juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai negeri sipil yang telah mendapatkan promosi dan rotasi.
"Menurutnya, ini adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan organisasi, sekaligus upaya penyegaran dan adaptasi budaya kerja. Mutasi dan promosi bukan hadiah, melainkan kepercayaan untuk memperbaiki unit kerja yang dituju," ucap Ngatiyana.
Jabatan adalah amanah, dan setiap amanah menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, setiap pejabat baru diminta langsung bekerja, membawa terobosan, dan tidak terjebak rutinitas.
Wali Kota meminta pejabat yang dilantik meninggalkan zona nyaman dan berani membuat kebijakan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung," tegas Ngatiyana.
"Ngatiyana mengingatkan bahwa pada bulan April 2026 ini, kita dihadapkan pada beberapa peristiwa yang perlu menjadi perhatian dan pembelajaran bersama. Ia meminta seluruh ASN, baik yang baru diangkat maupun yang promosi, menjadikan semangat Hari Kartini sebagai energi untuk bekerja melayani dengan hati dan hasil yang terukur," pungkas Ngatiyana. (Rustandi)





Posting Komentar