Walau Sederhana, Halal Bihalal UPTD Pemakaman Cimahi Perkuat Silaturahmi
Suasana kekeluargaan sangat terasa dalam kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai hingga kuncen makam tersebut. Meski tanpa kemewahan, esensi saling memaafkan dan mempererat kebersamaan menjadi inti acara. Para pegawai tampak akrab berbaur, berbagi cerita, dan meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi yang hadir dalam kegiatan Sambas Subagja menegaskan UPTD Pemakaman memiliki tugas spesial dibanding UPTD lainnya.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan di hadapan keluarga besar UPT Pemakaman.
"Ia menyebut DPKP memiliki 4 UPTD yaitu Pemakaman, Air Minum, Air Limbah Domestik, dan Rusunawa.
UPTD lain ngurus kebutuhan hidup seperti Air minum, air limbah, rumah tinggal di Rusunawa. Tapi UPTD Pemakaman ini ngurus persiapan kita menuju kehidupan yang abadi. Jadi jangan dikira kecil, ini punya peran strategis,” tambahnya.
Sekdis menekankan pekerjaan di UPTD Pemakaman harus dijalani dengan kesungguhan karena dekat dengan amal saleh.
“Di saat yang lain mengurus urusan dunia, kita menghantarkan yang hidup untuk menuju kehidupan yang abadi, makanya kita perlu serius, insyaallah ini ladang amal," terang Sambas Subagja.
Lebih jauh disampaikan, halal bihalal yang digelar bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan memiliki makna mendalam bagi individu maupun organisasi.
"Momen ini disebut menjadi sarana membuka ruang hati, memperbaiki hubungan yang sempat renggang, serta memperkuat jalinan silaturahmi antar pegawai. Idulfitri jadi titik tolak untuk memulai lembaran baru dengan semangat kebersamaan," ujar Sambas Subagja.
Dalam lingkungan kerja, interaksi intens terkadang menimbulkan perbedaan pendapat, kesalahpahaman, hingga rasa kurang nyaman tanpa disadari.
"Karena itu, momen penuh berkah ini mengajak seluruh pegawai dan kuncen untuk saling memaafkan dengan tulus, menghapus sekat yang ada, serta membangun kembali hubungan yang lebih harmonis. Tidak ada lagi ganjalan hati yang menghambat kolaborasi," kata Sambas Subagja.
Sebagai bagian dari keluarga besar UPTD Pemakaman, kekompakan dan keharmonisan disebut jadi faktor penentu pelayanan kepada masyarakat. Tugas yang diemban menuntut tidak hanya kemampuan teknis tapi juga kepekaan sosial, empati serta ketulusan hati. Mengurus pemakaman butuh sentuhan manusiawi di setiap tahap pelayanannya.
"Tanpa komunikasi yang baik, pekerjaan terasa lebih berat. Sebaliknya, silaturahmi yang kuat membuat setiap tantangan dapat dihadapi bersama dengan lebih ringan," tandas Sambas Subagja.
Kepala UPTD Pemakaman Kota Cimahi, Dian Rohimat, mengucapkan terima kasih kepada para kuncen yang telah hadir dan selalu berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan UPTD Pemakaman.
"Ia mengakui bahwa kuncen merupakan mitra kerja yang sangat penting dan strategis bagi UPTD Pemakaman. “Tanpa kuncen, kami tidak bisa bekerja sendiri," tegas Dian.
Kuncen adalah ujung tombak di lapangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Perannya luar biasa dalam menjaga makam dan melayani warga yang berduka,” tambahnya.
Dian berharap dengan adanya halal bihalal ini, sinergi dan kekeluargaan antara UPTD Pemakaman dengan para kuncen semakin kuat. Ia ingin silaturahmi yang terjalin membuat komunikasi lebih terbuka, sehingga pelayanan pemakaman di Kota Cimahi semakin baik, cepat, dan humanis," tandasnya, (Rustandi)







Posting Komentar