Wali Kota Ngatiyana Lantik Pejabat Pemkot Cimahi, Tekankan ASN Adaptif Solutif dan Pelayanan Digital
Walikota Cimahi Ngatiyana menegaskan proses pengisian jabatan telah melalui tahapan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengucapkan selamat kepada dua pejabat administrator, empat pejabat pengawas, satu pejabat fungsional, dan tiga kepala UPTD Puskesmas yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya.
"Ngatiyana mengingatkan ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan publik. Harus mengedepankan nilai-nilai integritas, profesionalisme, inovasi, dan koordinasi,” pesannya.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan roda pemerintahan," tambah Ngatiyana.
Walikota menekankan birokrasi tidak boleh hanya sibuk pada rutinitas administrasi semata, terutama di tengah kondisi fiskal yang tidak mudah.
“Jangan sampai kita terjebak pada pekerjaan yang itu-itu saja tanpa ada terobosan,” kata Ngatiyana.
Wali Kota berpesan, seluruh aparatur bekerja lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada solusi.
“Kondisi ini jangan kita jadikan sebagai alasan untuk menurunkan kinerja. Justru di tengah keterbatasan kita dituntut menunjukkan kemampuan terbaik sebagai aparatur yang profesional, adaptif, dan solutif,” tegasnya.
Ngatiyana optimistis tantangan fiskal dapat dihadapi tanpa mengurangi komitmen pelayanan.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan inovasi kita mampu menghadapi tantangan ini tanpa mengurangi komitmen dalam melayani masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan ASN harus hadir membantu di tengah masyarakat.
“Jadikan jabatan ini sebagai sarana untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat khususnya di Kota Cimahi,” ujarnya. Jabatan, kata dia, adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Walikota Cimahi Ngatiyana menyebut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memiliki peran sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Pelayanan adminduk harus jadi contoh pelayanan prima di Pemkot Cimahi.
"Ia meminta pelayanan publik dibuat sederhana, tidak berbelit-belit, transparan, dan responsif sesuai harapan masyarakat. Manfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegas Ngatiyana.
Wali Kota menegaskan, setiap tugas wajib dilaksanakan dengan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan agar kebijakan memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Selain itu inovasi dan digitalisasi Walikota juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pelayanan kesehatan lewat UPTD Puskesmas harus makin dekat dan mudah diakses warga. Koordinasi dengan perangkat daerah lain jadi kunci agar program berjalan optimal," tegas Ngatiyana.
Pelantikan ini juga menjadi pengingat bahwa, jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi. Ngatiyana meminta pejabat baru tidak terjebak rutinitas, tapi fokus pada dampak dan manfaat nyata bagi warga Kota Cimahi. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan keikhlasan. Tunjukkan bahwa saudara layak dipercaya,” pesannya.
"Momentum ini diharapkan menjadi awal pengabdian yang amanah bagi para pejabat baru. Targetnya jelas: mewujudkan Cimahi yang lebih maju, sehat, kondusif, dengan pelayanan publik yang cepat, mudah, sederhana, dan berbasis digital untuk seluruh masyarakat," pungkas Ngatiyana. (Rustandi)









Posting Komentar