Ngatiyana: 1 Muharram 1448 H Wujudkan Cimahi Mantap Hepi Lahir Batin
“Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi kita tentang makna hijrah, sebuah proses perubahan yang tidak berhenti pada niat, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan, perbaikan, dan ikhtiar yang nyata,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya di Alun-alun Cimahi, Selasa 16 Juni 2026. Kegiatan ini juga rangkaian HUT Kota Cimahi ke-25.
Muharam mengajarkan warga untuk berpindah dari yang biasa menjadi lebih baik. Dari yang lemah menjadi lebih kuat. Dari yang terpecah menjadi lebih bersatu. Serta dari yang sekadar berharap menjadi berani mengambil tanggung jawab. Nilai itu, kata Ngatiyana, harus diamalkan ASN, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.
"Tahun ini peringatan 1 Muharram bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kota Cimahi ke-25. “Dua puluh lima tahun perjalanan Kota Cimahi bukan sekadar pencapaian usia, tetapi penanda bahwa kita harus semakin dewasa dalam membangun kota, menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Tema yang diusung: “Melalui Peringatan Tahun Baru Islam Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah Menuju Cimahi Mantap Hepi Lahir dan Batin”. Ngatiyana mengartikan ukhuwah islamiyah bukan hanya sering bertemu, tetapi hadirnya rasa peduli, saling menjaga, saling menguatkan, dan bergotong royong menyelesaikan persoalan bersama," tambahnya.
"Menurutnya, kota bahagia bukan hanya yang pembangunan fisiknya bagus. “Kota yang bahagia adalah kota yang warganya merasa didengarkan, dilindungi, dan memiliki harapan terhadap masa depannya. Kehadiran pemerintah harus terasa dalam pelayanan, kecepatan merespons kebutuhan, dan penyelesaian masalah yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Ngatiyana.
Untuk itu Pemkot berikhtiar meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta memastikan anak-anak tumbuh aman, berakhlak, dan penuh harapan.
"Program “Cimahi Berdakwah” digulirkan agar dakwah hadir di kehidupan sehari-hari, melahirkan kepedulian sosial dan keteladanan," kata Ngatiyana.
Ngatiyana mengajak ASN, pemimpin wilayah, tokoh agama, dan warga menjadikan hijrah sebagai ruang refleksi.
“Sudahkah kita jadi pemimpin yang adil? Orang tua yang hadir untuk anak? Tetangga yang peduli? Warga yang ikut menjaga kota? Masa depan Cimahi ditentukan sejauh mana kita mau bergerak, berkontribusi, dan bertanggung jawab bersama,” ucapnya.
Dngan keyakinan, jika ukhuwah kuat, kepedulian sosial tumbuh, dan nilai Islam jadi landasan bekerja, maka Cimahi akan terwujud sebagai kota MANTAP: Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, Produktif, serta hepi lahir dan batin.
“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari terus bergerak bersama untuk Cimahi lebih maju, harmonis, dan membahagiakan,” pungkasnya. (Rustandi)








Posting Komentar