Respiro Indonesia Bangkit Lagi, Komunitas Cimahi Diajak Gerakan Safety Riding
Kembalinya Respiro bukan sekadar nostalgia. Merek ini membawa misi berbeda: menggeser persepsi bahwa jaket motor hanya soal gaya. Kini keselamatan dan kenyamanan pengendara jadi fokus utama setiap produk yang mereka kembangkan.
Business Head Respiro Indonesia, Ayi Sunandar, menegaskan arah baru merek tersebut. Menurutnya, produk terbaru Respiro dibangun di atas satu fondasi penting, yaitu keamanan pengendara.
"Perbedaan paling mencolok ada pada protektor. Jaket terbaru Respiro dilengkapi pelindung di bahu, siku, dan punggung yang dirancang khusus. Fungsinya meminimalkan cedera ketika terjadi benturan atau kecelakaan di jalan," kata Ayi.
Ayi meluruskan anggapan umum soal jaket motor. Banyak pengendara mengira jaket hanya menahan angin. Padahal, jaket yang tepat bisa jadi pelindung tubuh yang serius saat situasi darurat.
"Meski mengutamakan safety, Respiro tetap menjaga kenyamanan. Material dan desain dikembangkan agar pengendara tidak merasa kaku atau gerah saat dipakai harian maupun perjalanan jauh," ujar Ayi.
Strategi kebangkitan Respiro tidak hanya lewat produk. Ayi menyebut pendekatan komunitas jadi kunci. Membangun kembali kedekatan dengan rider dianggap lebih penting daripada sekadar menjual barang.
Komunitas pengendara diajak bergabung dalam gerakan keselamatan berkendara. Respiro ingin menciptakan dampak positif kolektif, bukan hanya transaksi jual beli perlengkapan.
"Soal harga, Ayi menekankan keseimbangan. Respiro memposisikan produknya agar kualitas dan teknologinya sebanding dengan daya beli masyarakat. Tujuannya agar safety gear bisa diakses lebih luas," tegasnya.
Bagi Ayi, membeli jaket safety bukan pengeluaran biasa. Ini investasi jangka panjang untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di jalan.
Ayi juga memberi tips untuk touring mania. Pemilihan jaket harus sesuai fungsi. Ada model untuk harian, ada yang khusus medan berat. Ukuran pas dan standar keamanan wajib jadi pertimbangan utama.
"Selain perlengkapan, ia mengingatkan pentingnya kondisi kendaraan. Sebelum turing, motor harus dicek menyeluruh agar perjalanan tetap aman dan nyaman," kata Ayi.
Langkah awal ekspansi dimulai dari Madiun. Respiro membuka toko utama di sana sekaligus untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kota ini dipilih sebagai titik awal kebangkitan merek.
Dari Madiun, Respiro memperluas aktivasi ke Jakarta dan Bandung lewat kolaborasi komunitas. Ketiga kota ini jadi pondasi sebelum merek menjangkau seluruh Indonesia secara bertahap.
Marketing Manager Respiro, Salman Akbar Kusuma, menambahkan senjata baru: inovasi material Piro-Tex. Teknologi ini dikembangkan internal untuk menjaga suhu tubuh pengendara tetap ideal saat berkendara jauh.
"Dengan suhu tubuh stabil, fokus dan kewaspadaan pengendara lebih terjaga. Menurut Salman, ini nilai tambah keamanan yang jarang dimiliki merek lain. Respiro ingin membuktikan berkendara aman bisa tetap menyenangkan," tandas Ayi. (Rustandi)




Posting Komentar