Wali Kota Ngatiyana: APBD 2027 Tersendat, TPP ASN Bisa Dipotong 20-30% Demi Bangun Cimahi
"Jalan terakhir mungkin kita akan memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN 20 sampai 30 persen untuk kembali membangun Kota Cimahi," tegas Ngatiyana saat diwawancara media.
Langkah ini disebut sebagai upaya terakhir agar program strategis seperti PPM, perbaikan jalan, dan sarana lingkungan tidak terhambat, Wali Kota menegaskan skenario pemotongan baru berlaku tahun depan. Untuk tahun 2026, TPP ASN tetap dibayar penuh karena sudah dianggarkan.
"Rencana untuk tahun depan. Kalau tahun ini sudah terpenuhi. Tapi kalau tahun depan nggak terpenuhi, ya terakhir adalah memotong ASN. Kita masih berupaya agar tidak sampai ke sana," jelasnya.
Yang mengejutkan, Ngatiyana mengaku sudah komunikasi langsung dengan ASN. Respons para ASN disebut positif dan ikhlas. "Yang penting ikhlas. ASN-nya juga ikhlas katanya, selama untuk membangun masyarakat," ujarnya. Sikap ASN ini jadi modal Pemkot menghadapi keterbatasan fiskal.
Pernyataan ini sekaligus memberi sinyal ke publik. Pemkot Cimahi memprioritaskan pembangunan dan pelayanan warga di atas kepentingan internal. Efisiensi dan pengorbanan dianggap perlu agar program yang langsung menyentuh masyarakat tetap berjalan meski APBD terbatas.
Ke depan, Pemkot akan terus menghitung ulang pos anggaran. Jika alokasi dari pusat dan pendapatan daerah belum membaik, maka opsi pemotongan TPP ASN 20-30% akan dieksekusi demi keberlanjutan pembangunan Kota Cimahi.
"Wali Kota berharap warga memahami keputusan berat ini. "Kami sampaikan ke masyarakat biar tahu. Semua keputusan untuk kebaikan bersama dan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya. (Rustandi)




Posting Komentar