53 Anak Kota Bandung Ikuti Sunat Massal Gratis dari Martasandy Group dan Rumah Khitan Kak Topa
Program ini dilaksanakan oleh dua unit usaha Martasandy Group, yaitu PT Martasandy Psychology Indonesia dan PT Martasandy Bimbel Terpadu. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kesehatan dan pendidikan.
Kegiatan yang digelar di Kota Bandung tersebut diikuti sebanyak 53 anak. Jumlah ini bahkan melebihi target awal pendaftaran yang ditetapkan panitia.
Ketua Pelaksana, Nurhayati Fadhila menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga. Menurutnya, tingginya partisipasi menjadi penyemangat untuk terus membuat program serupa.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa. Dari target awal, peserta mencapai 53 anak. Terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan putra-putranya, serta tim medis Rumah Khitan Kak Topa dan seluruh panitia," kata Nurhayati.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan gratis. Lebih dari itu, acara ini menjadi bentuk nyata kolaborasi kemanusiaan yang diharapkan berkelanjutan.
"Harapan kami, kegiatan ini bisa jadi agenda rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Semoga sinergi Martasandy Group dengan Rumah Khitan Kak Topa terus menghadirkan manfaat nyata," tambahnya.
Berbeda dari metode konvensional, seluruh peserta dikhitan menggunakan teknik modern. Metode ini tanpa jahitan, tanpa balutan, dan tanpa alat yang menempel di tubuh.
Kelebihan lainnya, area khitan dapat langsung terkena air. Hal ini membuat proses pemulihan lebih cepat sehingga anak bisa kembali beraktivitas dalam waktu singkat.
CEO Martasandy Group, Billy Martasandy, menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen CSR perusahaan. Ia ingin Martasandy Group dikenal tidak hanya di bidang pendidikan dan psikologi.
"Kami ingin jadi perusahaan yang peduli pada masyarakat. Melalui sunat massal ini kami berharap bisa meringankan beban orang tua dan memberi layanan kesehatan terbaik untuk anak-anak," ujar Billy.
Alasan menggandeng Rumah Khitan Kak Topa, menurut Billy, karena institusi tersebut memiliki standar dan tenaga medis profesional di bidang khitan modern. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan peserta bisa terjamin.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bagian dari visi perusahaan untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
"Kami percaya keberhasilan perusahaan bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu program sosial seperti ini akan terus kami dorong," katanya.
Selama kegiatan, panitia turut memberikan edukasi kepada orang tua tentang perawatan pasca khitan. Dengan metode modern, masa penyembuhan anak menjadi lebih nyaman dan orang tua lebih tenang.
Suasana acara berlangsung tertib dan hangat. Kehadiran orang tua yang mendampingi anak menjadi bukti besarnya kepercayaan masyarakat terhadap inisiatif ini.
Menutup kegiatan, Billy berharap program serupa dapat digelar rutin setiap tahun dengan cakupan lebih luas dan melibatkan lebih banyak mitra.
"Semoga ini jadi awal dari lebih banyak program kemanusiaan. Kami ingin terus berkolaborasi agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bandung dan Jawa Barat," tutupnya. (Rustandi)






Posting Komentar