Biaya Kajian Rp97 Juta, Perubahan Nama RSUD Cibabat Masih Tahap Awal dan Butuh Persetujuan DPRD
"Ada yang bilang 1,5 miliar. Setelah saya tanya ke Dirut dan Kadinkes, biayanya Rp97 juta sampai selesai. Kalau untuk 5 bulan hanya Rp60 juta," ujar Ngatiyana saat jumpa pers, Senin 27/07/2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk membayar konsultan Markplus Indonesia selama proses kajian berlangsung. Ngatiyana meminta media memberitakan secara akurat agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
"Ia juga menegaskan bahwa nama _RSUD Wijaya Mulya_ saat ini masih dalam tahap awal. Belum ada keputusan final dan masih harus menempuh mekanisme yang panjang,"tegas Ngatiyana.
Tahapan selanjutnya, hasil kajian akan disampaikan ke DPRD Kota Cimahi untuk dibahas bersama. Jika disetujui, pembahasan dilanjutkan ke sidang paripurna dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah.
Setelah dari DPRD, proses berlanjut ke persetujuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Tahap final berada di Kementerian Kesehatan. Hal ini karena nama rumah sakit tidak boleh sama atau double secara nasional.
"Alhamdulillah nama Wijaya Mulya sudah dicek di Kemenkes dan masih tersedia slotnya. Jadi masih bisa dipakai," jelas Ngatiyana.
Jika seluruh tahapan disetujui, Pemkot akan menyusun naskah akademik, RAB, dan filosofi nama. Perubahan nama juga berdampak pada SOTK, tugas personel, dan administrasi rumah sakit.
"Merubah itu butuh waktu. Paling cepat 1,5 tahun, bisa sampai 2 tahun. Sama seperti di Sumedang," pungkasnya. (Rustandi)





Posting Komentar