Tiga Pemulung Tewas Akibat Ledakan Mortir Aktif di Cipatat
Akibat ledakan tersebut, dua pemulung meninggal dunia di tempat kejadian. Korban meninggal diidentifikasi bernama Sdr. Ade dan Sdr. Suhri. Sementara satu korban lainnya, Sdr. Rodian, mengalami luka kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis meninggal di Rumah sakit.
Kapolsek Cipatat Kompol Hj. Dwi Meirani Sri Andriani Sapin, membenarkan kejadian tersebut. Piket Pawas Ipda Agus bersama piket Reskrim dan Binmas langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi korban.
"Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak," tutur Kompol DMS Andriani.
Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dan Jibom juga dilibatkan guna memastikan sterilisasi lokasi dari sisa bahan peledak lain yang mungkin masih ada.
"Kapolsek Cipatat mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat bila menemukan benda berbahaya," tegas Kompol DMS Andriani.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya amunisi aktif yang ditinggalkan.
"Edukasi kepada masyarakat, khususnya pemulung, terkait risiko bahan peledak akan terus digencarkan Polsek Cipatat bersama TNI dan instansi terkait," tandas Kompol DMS Andriani. (Rustandi)






Posting Komentar