Edukasi Sampah ke Sekolah, DLH Cimahi Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan MPLS
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, yang berlangsung pada 13 s.d. 17 Juli 2026. Momentum MPLS dipilih sebagai langkah strategis untuk membentuk karakter peserta didik baru agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyatakan bahwa DLH menurunkan total 56 personel dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, 40 personel bertugas sebagai Tim Sosialisasi dan Edukasi yang turun langsung ke sekolah-sekolah.
"Chanifah menegaskan, pendidikan lingkungan merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang memiliki karakter peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ini bukan kegiatan sesaat, tapi harus terus-menerus dilakukan agar menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di sekolah melalui edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Materi yang disampaikan mencakup penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta pembiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan dan lingkungan, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa Tumbler dan wadah makan sendiri, serta membuang sampah sesuai kategorinya.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” kata Chanifah.
Chanifah menambahkan, perubahan perilaku dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
"DLH Kota Cimahi menekankan bahwa pemilahan sampah dari sumber adalah kunci. Jika siswa mampu memilah dengan baik, jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan. Hal ini penting untuk mencegah kejadian darurat sampah terulang di masa depan,"tegasnya.
Pemerintah Kota Cimahi terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Dunia pendidikan menjadi salah satu sasaran utama karena sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan budaya hidup bersih serta ramah lingkungan.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta didik baru di SD dan SMP se-Kota Cimahi mampu menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini sekaligus mendukung terwujudnya Kota Cimahi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta mencetak pelopor pengurangan sampah di lingkungan sekolah," tandas Chanifah. (Rustandi)







Posting Komentar