Hadir Menjaga Alam dan Melayani Masyarakat Kabupaten Bandung Barat
Ratusan kader, pengurus, anggota Fraksi PKB, badan otonom hingga simpatisan partai berkumpul dalam rangkaian peringatan Hari Lahir ke-28 PKB yang digelar di kawasan Curug Bugbrug, Senin 27 Juli 2026.
Kegiatan tahun ini mengusung tema "Deudeuh Ka Leuweung, Nyaah Ka Sasama, Heman Ka Sasatoan" Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata di spanduk. Ia menjadi refleksi nilai perjuangan yang ingin ditegaskan kembali PKB di tengah tantangan sosial dan lingkungan yang semakin nyata.
Ketua Pelaksana kegiatan, Asep Abdulrohman mengatakan, semangat mencintai alam sejatinya bukan hal baru dalam ajaran Islam. Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada sesama makhluk Tuhan.
"Kegiatan di Curug Bugbrug sengaja dirancang untuk mengingatkan kembali bahwa merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama. Ini bukan hanya program partai, tapi bagian dari dakwah," terang Asep saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar.
Ia menegaskan, menanam pohon bukan hanya soal menghijaukan alam. "Ada nilai kemanusiaan, ada nilai keberlanjutan, bahkan ada nilai ibadah di dalamnya. Apa yang kita tanam hari ini bisa menjadi manfaat bagi manusia, hewan, maupun generasi yang akan datang," ujarnya.
Semangat tersebut selaras dengan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan, setiap pohon atau tanaman yang ditanam seorang muslim dan memberi manfaat bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya akan bernilai sedekah.
Untuk menegaskan simbol itu, rangkaian kegiatan diisi dengan penanaman pohon, pelepasan burung, dan penebaran benih ikan. PKB ingin menunjukkan bahwa politik harus mampu menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi lingkungan hidup.
Di tengah berbagai kritik publik terhadap praktik politik yang sering berorientasi pada kekuasaan, PKB Bandung Barat mencoba menampilkan wajah politik yang lebih dekat dengan nilai kemaslahatan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal kursi dan kekuasaan. Politik harus menjadi sarana menghadirkan kemanfaatan. Alam harus dijaga, masyarakat harus dilayani, dan kehidupan harus diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi berikutnya," kata Asep.
Pesan tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen yang hadir, termasuk Duta Lingkungan Provinsi Jawa Barat dan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan LMDH Cihanjuang Rahayu, Yudi Kehadiran mereka memperkuat bahwa isu lingkungan adalah isu bersama lintas sektor.
Namun Harlah ke-28 PKB Bandung Barat tidak hanya berbicara soal lingkungan. Di balik suasana sejuk Curug Bugbrug, partai berlambang bola dunia dikelilingi sembilan bintang itu juga memanfaatkan momentum untuk memperkuat konsolidasi internal.
Seluruh jajaran pengurus DPC PKB Bandung Barat menandatangani kontrak komitmen kinerja politik. Penandatanganan itu menjadi simbol bahwa kerja politik ke depan tidak cukup mengandalkan loyalitas, tetapi harus dibarengi tanggung jawab, disiplin dan target yang jelas.
Ketua DPC PKB Bandung Barat, Sandi Supyandi menegaskan, seluruh kader harus mulai menyiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang dengan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
"Organisasi besar bukan dibangun oleh slogan, tetapi oleh kerja yang konsisten," tegasnya.
Dijelaskan Sandi, salah satu agenda strategis DPC adalah restrukturisasi organisasi hingga tingkat ranting berbasis RT.
"Kami ingin membangun struktur yang hidup sampai RT. Karena persoalan masyarakat lahir dari lingkungan terkecil. Di situlah partai harus hadir," bebernya.
Restrukturisasi itu juga bagian dari strategi menghadapi Pemilu mendatang. DPC menargetkan raihan 9 kursi DPRD KBB, 1 kursi DPRD Jawa Barat, serta mempertahankan 2 kursi DPR RI dari Dapil Bandung dan Bandung Barat.
Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta berkumpul dalam doa bersama yang dipimpin Ketua Dewan Syuro DPC PKB Bandung Barat, KH Ade Wawan. Mengusung tema "Menapaki Bumi dan Mengetuk Pintu Langit" doa itu menjadi penutup yang sarat makna.
"Ikhtiar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi hasil akhirnya tetap kita serahkan kepada Allah SWT. Setelah menapaki bumi dengan kerja dan pengabdian, kita juga harus mengetuk pintu langit dengan doa," ujar KH Ade.
Dari Curug Bugbrug, pesan itu bergema kuat. Bahwa politik tidak semata soal memenangkan kontestasi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada masyarakat, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta. Sebuah tekad yang terus digaungkan kader PKB Bandung Barat: "Bersatu, Bergerak, Berkhidmat". (**)






Posting Komentar