Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo Asia G2, PBTI Panggil 31 Atlet Terbaik
Sebanyak 31 atlet terbaik hasil Kejuaraan International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026 resmi dipanggil untuk menjalani persiapan. Dari jumlah itu, 7 di antaranya merupakan atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia. Artinya, PBTI tidak hanya mengandalkan nama-nama mapan, tetapi juga membuka jalan bagi talenta baru hasil pembinaan daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi elite Asia.
Di balik pemanggilan atlet dan persiapan teknis, ada capaian lebih besar. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ajang taekwondo bergengsi level Asia berstatus World Taekwondo G2. Kepercayaan ini menjadi sinyal bahwa posisi Indonesia di mata federasi internasional semakin diperhitungkan.
Pencapaian ini sekaligus menandai menguatnya diplomasi olahraga PBTI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Letjen TNI Richard Tampubolon. Indonesia kini tak hanya dikenal sebagai peserta, tetapi juga sebagai penyelenggara event internasional bereputasi tinggi.
Ketua Umum PBTI Letjen Richard Tampubolon menegaskan kejuaraan ini memiliki nilai strategis bagi masa depan taekwondo Indonesia.
"Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships G2 menjadi ajang strategis bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi dan daya saing internasional,” tegas Richard.
PBTI menargetkan kejuaraan ini jadi sarana bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet elite dunia. Ajang ini juga didorong agar atlet bisa bersaing di zona medali dan podium. Selain itu, kejuaraan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kemampuan teknis, fisik, mental, dan strategi para atlet.
"Poin World Taekwondo G2 yang diperebutkan juga penting untuk meningkatkan ranking atlet. Hasil kejuaraan akan jadi dasar evaluasi program pembinaan menuju kejuaraan internasional berikutnya. Semua aspek disiapkan agar prestasi atlet terus naik di level Asia dan dunia," katanya.
Seperti arahan Ketum PBTI, Sekjen PBTI Rafael Hotasi Siagian kembali menegaskan kejuaraan ini jadi kesempatan emas bagi Indonesia. “Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional,” ujar Rafael.
"Lebih lanjut, PBTI tengah mempersiapkan seluruh aspek pertandingan secara detail. Mulai dari wasit bersertifikat internasional, pelatih, manajer pertandingan, hingga tenaga teknis berpengalaman. Program penyegaran wasit internasional dan technical meeting juga sudah masuk agenda resmi sebelum pertandingan dimulai," ujarnya.
Bagi pecinta taekwondo, 5 hari di awal Agustus nanti akan menjadi sajian yang sulit dilewatkan. Tanggal 1–2 Agustus 2026 akan dipertandingkan nomor Poomsae Recognized dan Poomsae Freestyle. Sementara tanggal 3–5 Agustus 2026, giliran nomor Kyorugi Senior Putra dan Kyorugi Senior Putri yang akan berlangsung.
"Bagi PBTI, keberhasilan menghadirkan ajang G2 ke Jakarta menjadi lebih dari sekadar agenda pertandingan. Ini adalah penanda bahwa di bawah komando Letjen TNI Richard Tampubolon, Taekwondo Indonesia mulai memasuki fase baru: tidak hanya mengejar prestasi di arena, tetapi juga membangun reputasi sebagai kekuatan organisasi yang dipercaya menggelar event bergengsi Asia," tandasnya. (**)





Posting Komentar