Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata Lembang, The Great Asia Africa Ramai Keluarga
Momen liburan anak sekolah dimanfaatkan wisatawan untuk berwisata dan melepas penat. Mayoritas pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi, membawa serta anak-anak untuk menikmati udara sejuk pegunungan Lembang.
Salah satu destinasi yang ramai diserbu wisatawan adalah The Great Asia Africa atau TGAA Lembang. Arus pengunjung di kawasan wisata tematik itu mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Pengelola memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah hingga masa libur sekolah berakhir. Lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada akhir pekan dan jam kunjungan siang hingga sore hari.
Di antara ribuan wisatawan, tampak Iim Kurniawan, 36 tahun, warga Pandeglang, Banten. Ia datang bersama istri dan keempat anaknya untuk menikmati libur sekolah di TGAA Lembang, Sabtu 4 Juli 2026.
Menurut Iim, libur sekolah menjadi kesempatan memberi pengalaman baru bagi anak-anak. Setelah satu semester penuh belajar, anak-anak perlu penyegaran dengan berwisata ke tempat baru.
“Kebetulan yang tiga anak saya sekolah, sekarang lagi libur panjang jadi diajak liburan ke sini. Rencananya sehari saja di Lembang,” kata Iim.
Ia mengaku ini kali pertama berkunjung ke Lembang bersama keluarga. Iim terkesan dengan udara yang masih segar dan dingin, serta banyaknya pilihan destinasi yang bisa dinikmati dalam satu kawasan.
“Iya, pertama ke sini dan bagus-bagus wisatanya. Udaranya juga masih segar dan dingin,” ujarnya.
Bagi Iim, libur sekolah bukan sekadar rekreasi. Momen ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sebelum anak-anak kembali masuk sekolah dan menjalani tahun ajaran baru.
“Biar anak-anak senang, bahagia diajak liburan. Kemarin kan di sekolah belajar terus, jadi biar ada penyegaran,” tuturnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan dibenarkan Public Relations The Great Asia Africa Lembang, Intania Setiati. Ia menyebut tren kenaikan kunjungan mulai terlihat sejak memasuki musim libur sekolah.
“Biasanya memang dua kali lipat dibanding hari biasa. Mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat lagi. Prediksi kenaikannya sekitar 20 sampai 25 persen,” kata Intania.
Intania menjelaskan, karakter wisatawan saat libur sekolah didominasi keluarga yang membawa anak. Berbeda dengan musim liburan lain yang lebih banyak rombongan besar menggunakan bus wisata.
Untuk mengantisipasi lonjakan, TGAA menghadirkan daya tarik baru yakni Little Nyonya District. Kawasan bertema Pecinan itu terinspirasi budaya peranakan Malaysia, lengkap dengan arsitektur kolonial, ornamen oriental, kuliner khas, dan suvenir bernuansa Tionghoa.
“Kita punya sesuatu yang baru yaitu Little Nyonya. Suasananya dibuat seperti Pecinan atau peranakan Malaysia. Bangunannya, toko-toko, sampai makanannya dibuat mirip suasana Pecinan,” pungkas Intania. (Rustandi)






Posting Komentar