Nekat Lompat dari Perahu Demi Konten, Pemuda Cimahi Tenggelam di Waduk Saguling
Korban diketahui bernama Deni Kurniawan (20), warga Jalan Raya Cimindi RT 005 RW 015, Cigugur Tengah, Kota Cimahi. Peristiwa itu terjadi di perairan Waduk Saguling, Kampung Cimanglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat menjelaskan, sebelum kejadian korban tengah berwisata bersama sejumlah rekannya di kawasan Bunker Batujajar. Mereka kemudian menyewa perahu untuk berkeliling Waduk Saguling.
"Saat perahu berada di tengah waduk, korban diduga bersikeras ingin berenang dengan cara melompat ke perairan. Keinginan itu sempat dicegah oleh teman-temannya maupun pengemudi perahu karena lokasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 27 hingga 28 meter," ujarnya.
Namun peringatan itu diabaikan. Korban justru melakukan salto ke belakang dari atas perahu sambil meminta salah seorang temannya merekam aksinya menggunakan telepon genggam.
Sesaat setelah masuk ke air, korban sempat muncul ke permukaan sebelum akhirnya tenggelam. Pengemudi perahu berupaya memberikan pertolongan dan bahkan sempat memegang rambut korban. Namun karena korban panik dan terus meronta, upaya penyelamatan gagal dilakukan.
"Lalu pengemudi perahu mencoba menolong. Rambut korban sempat terpegang, tetapi karena korban panik, pegangan terlepas dan korban kembali tenggelam," kata Gofur.
Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dan instansi terkait. Pencarian sempat dilakukan pada Sabtu malam, namun dihentikan sementara akibat minimnya jarak pandang. Operasi dilanjutkan kembali pada Minggu pagi dengan melibatkan personel Basarnas beserta unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan.
Selain menyisir permukaan waduk menggunakan perahu, tim gabungan juga melakukan penentuan Last Known Position (LKP) sebagai titik dugaan terakhir korban berada. Penyisiran terus dilakukan mengingat medan pencarian cukup sulit dengan kedalaman perairan yang mencapai puluhan meter.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di kawasan wisata perairan tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengabaikan peringatan keselamatan demi mengejar sensasi hanya membutuhkan hitungan detik untuk berubah menjadi tragedi.
Plt Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo,l mengataka, hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, aparat kecamatan, pemerintah desa, hingga relawan kebencanaan.
"Tim masih melakukan pencarian berdasarkan hasil asesmen dan informasi di lapangan," ucap Duddy saat di hubungi. (Rustandi)






Posting Komentar