Wali Kota Cimahi Ngatiyana: MPLS Bukan Sekadar Perkenalan, Tapi Kesan Pertama Bentuk Karakter
Pembukaan MPLS tersebut diikuti oleh para pengawas dan penilik se-Kota Cimahi, para kepala sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, serta pendidikan kesetaraan se-Kota Cimahi. Tenaga pengajar di seluruh satuan pendidikan dan peserta didik baru se-Kota Cimahi juga turut hadir secara virtual.
Menurut Ngatiyana, setiap tahun ribuan pendaftar dan calon siswa baru memadati setiap satuan pendidikan di Kota Cimahi.
“Ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan para orang tua peserta didik untuk menitipkan buah hatinya di tempat-tempat terbaik,” katanya.
Ngatiyana menegaskan, setiap anak yang dititipkan di sekolah adalah harapan baru bagi Kota Cimahi di masa mendatang. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak mendapat layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Tahun ini tercatat sebanyak 15.000 calon peserta didik mendaftar melalui sistem. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.226 siswa dinyatakan lolos dan diterima sebagai murid baru di sekolah yang dipilih.
“Kita patut bersyukur, sebab di tengah padatnya masyarakat Kota Cimahi hari ini, kita masih mampu menyediakan daya tampung yang cukup memadai bagi anak-anak kita mengenyam pendidikan yang layak,” ujar Ngatiyana.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran tenaga pengajar dan tenaga kependidikan. Ia meminta agar penyelenggaraan MPLS ramah benar-benar terselenggara dengan baik di semua satuan pendidikan.
“Sebab MPLS bukan hanya sebagai momentum perkenalan lingkungan dan budaya sekolah semata, namun juga menjadi kesan pertama yang akan memengaruhi pengalaman para siswa dalam menimba ilmu dan menata etika,” bebernya.
Lebih jauh Ngatiyana mengatakan, sekolah adalah rumah kedua bagi para siswa. Karenanya sekolah harus mampu menjadi institusi yang inklusif, aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
"Ia juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk mengambil peran penting sebagai pengawas. “Mari sama-sama menjaga penyelenggaraan MPLS ini, agar anak-anak kita benar-benar memaknai MPLS sebagai momen berkenalan dengan warga sekolah, lingkungan, proses pembelajaran, dan budaya sekolah itu sendiri,” pungkasnya. (Rustandi)






Posting Komentar