Wali Kota Cimahi Ngatiyana Ungkap Alasan RSUD Cibabat Akan Ganti Nama Jadi Wijaya Mulya
Ngatiyana mengawali dengan kronologi. Ia dan Wakil Wali Kota melihat langsung saat peletakan batu pertama pengolah darah di RSUD Cibabat. Dari situ muncul banyak catatan.
"Kenapa pelayanan RSUD Cibabat dirasakan masyarakat masih kurang memuaskan. Ada rasa takut, trauma, dan kurang maksimal," ujar Ngatiyana.
Bukti di lapangan juga terlihat. Banyak pasien dari luar Kota Cimahi yang memperhitungkan untuk berobat di RSUD Cibabat. Bahkan ASN Pemkot Cimahi pun rata-rata memilih opname di rumah sakit luar.
Data juga menunjukkan 50% pasien RSUD Cibabat berasal dari luar Kota Cimahi. Kondisi ini jadi bahan obrolan Ngatiyana dengan Wakil Wali Kota.
"Dari situlah muncul analisa. "Kalau perlu namanya kita ubah. Supaya mengalihkan pemikiran masyarakat yang sudah trauma dengan nama Cibabat," katanya.
Pertimbangan lain, Cibabat adalah nama kelurahan. Sementara rumah sakit ini milik Kota Cimahi. Sama seperti Polres Cibabat dulu berubah menjadi Polres Cimahi.
Ngatiyana mencontohkan daerah lain. Sumedang dan Baleendah juga pernah mengubah nama rumah sakitnya. Itu jadi rujukan bahwa perubahan nama bisa dilakukan.
"Apakah bisa dan tidak menyalahi aturan? Tujuannya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar pelayanan lebih baik ke depan," jelasnya.
Akhirnya diputuskan untuk melakukan musyawarah bersama Wakil Wali Kota, Sekda, Asisten, dan Dewan Pengawas RSUD Cibabat. Semua sepakat perubahan harus lewat kajian sesuai prosedur. (Rustandi)





Posting Komentar