Drainase Rp1,19 Miliar Dibangun di Hardjakusumah, 32 Pohon Terancam Terdampak
Namun, pembangunan drainase bernilai miliaran rupiah itu tidak lepas dari persoalan lingkungan. Sebanyak sekitar 32 pohon yang berada di sepanjang jalur proyek menjadi perhatian karena sebagian akarnya berpotensi bersinggungan dengan trase serta kedalaman galian drainase.
Kabid Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menegaskan pembangunan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik. Pemerintah juga harus memastikan pekerjaan tidak menimbulkan gangguan besar terhadap masyarakat, pengguna jalan, maupun lingkungan sekitar.
“Pelaksanaan pekerjaan akan disertai langkah mitigasi agar dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” kata Hendra dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan, DPUPR Kota Cimahi akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan melibatkan Dinas Perhubungan dan Polres Cimahi. Rambu-rambu, pembatas area proyek, hingga petugas pengatur lalu lintas akan disiapkan sesuai kebutuhan selama pekerjaan berlangsung.
Persoalan pohon menjadi bagian yang cukup krusial. Menurut Hendra, penanganan 32 pohon tersebut akan mempertimbangkan posisi akar, kondisi kesehatan pohon, aspek keselamatan masyarakat, serta kebutuhan teknis pembangunan drainase.
“Kalau akar utama berada pada jalur galian, kondisi tersebut dapat menghambat pekerjaan sekaligus berpotensi memengaruhi fungsi konstruksi drainase,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Cimahi menegaskan tidak akan serta-merta melakukan pemotongan maupun penebangan. Opsi perubahan trase dan metode konstruksi masih dikaji untuk mencari kemungkinan agar pohon tetap dapat dipertahankan.
"Di sisi lain, pemerintah mengakui ada kondisi tertentu yang dapat membuat pohon tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Kondisi kesehatan pohon dan potensi membahayakan keselamatan warga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganannya," ujar Hendra.
Pengawasan lapangan juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pembangunan sesuai rencana. Pemerintah ingin proyek berjalan tanpa menimbulkan gangguan berlebihan terhadap arus lalu lintas, lingkungan, maupun aktivitas warga di sekitar Jalan Raden Demang Hardjakusumah.
Terkait pohon pengganti, Pemkot Cimahi belum menetapkan jumlahnya. Pemerintah masih menunggu hasil verifikasi kondisi pohon terdampak serta koordinasi teknis sebelum menentukan kebutuhan penanaman kembali.
“Penggantian pohon akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan ketentuan teknis yang berlaku,” kata Hendra.
Menariknya, anggaran Rp1,19 miliar tersebut hanya diperuntukkan bagi pembangunan drainase dan belum mencakup biaya penanganan pohon. Kebutuhan anggaran untuk penanganan pohon rencananya akan diakomodasi melalui anggaran perubahan.
"Pembangunan ini sekaligus menjadi ujian bagi Pemkot Cimahi dalam menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur dengan kepentingan lingkungan. Proyek drainase diharapkan mampu meningkatkan fungsi pengendalian air, tetapi pelaksanaannya juga dituntut tidak mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian pohon secara sembarangan," tandas Hendra. (Rustandi)




Posting Komentar