Ketika Buku Kembali Dibuka, Harapan Tumbuh di Tengah Zaman Gadget
Siti Khotimah yang tinggal di kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi menyampaikan, membaca buku bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Setiap halaman menyimpan pengetahuan, cerita dan pengalaman yang dapat membawa pembacanya mengenal dunia lebih luas. Dari sebuah buku, anak-anak bisa belajar tentang kehidupan, sejarah, ilmu pengetahuan hingga berbagai kisah yang mampu membangun imajinasi.
"Kebiasaan membaca juga menjadi cara untuk melatih konsentrasi. Ketika membaca, anak diajak untuk memahami setiap kalimat, mengikuti alur cerita dan menangkap pesan yang disampaikan. Kebiasaan tersebut secara perlahan dapat membentuk kemampuan berpikir dan memahami informasi dengan lebih baik," ujar Siti Khotimah yang di sapa Otie, Senin (10/08/2026)
Lebih lanjut Otie menegaskan, di zaman gadget seperti sekarang, tantangan untuk menumbuhkan minat baca memang semakin besar. Berbagai hiburan digital dapat diakses dengan mudah dan cepat.
"Namun, bukan berarti gadget harus menjadi lawan bagi buku. Keduanya dapat berjalan berdampingan apabila teknologi digunakan secara bijak dan buku tetap diberikan ruang dalam keseharian anak," tegas Otie.
Kebiasaan membaca dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Orang tua dapat menyediakan buku yang sesuai dengan minat anak, sementara sekolah dan masyarakat dapat menghadirkan pojok baca atau ruang literasi yang nyaman. Ketika membaca dilakukan dalam suasana menyenangkan, anak tidak akan merasa bahwa buku adalah sesuatu yang membosankan.
"Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, buku juga dapat menanamkan nilai kehidupan. Cerita tentang persahabatan mengajarkan kepedulian, kisah perjuangan menumbuhkan semangat, sementara buku pengetahuan mendorong anak untuk terus bertanya dan mencari jawaban," tambah Otie.
Karena itu, gerakan gemar membaca perlu terus digelorakan. Tidak harus dimulai dengan target yang berat. Membaca beberapa halaman setiap hari pun sudah menjadi langkah berarti. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil tersebut dapat berkembang menjadi kecintaan terhadap buku dan pengetahuan.
"Pada akhirnya, di balik sebuah buku yang dibuka, ada harapan yang sedang tumbuh. Harapan akan lahirnya generasi yang tidak hanya mahir memainkan gadget, tetapi juga mampu berpikir, memahami dan memiliki wawasan luas. Sebab di tengah cepatnya perubahan zaman, buku tetap menjadi salah satu jendela terbaik untuk melihat dunia," tandas Otie. (Rustandi)






Posting Komentar