PPM 2026 Habiskan Rp32 Miliar, Wali Kota Cimahi Apresiasi Swadaya Masyarakat Capai Rp3 Miliar
Apresiasi tersebut disampaikan Ngatiyana dalam penutup Program PPM setelah mendengarkan pemaparan seluruh camat terkait pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, Ngatiyana angka swadaya tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kota Cimahi.
“Kalau anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Cimahi sekitar Rp32 miliar dan swadaya masyarakat mencapai 10 persen, kalau dirupiahkan kurang lebih Rp3 miliar. Ini sangat saya apresiasi,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana menilai keterlibatan masyarakat melalui swadaya menjadi salah satu indikator kuat bahwa program PPM masih mendapatkan dukungan dari masyarakat. Semangat gotong royong tersebut, kata dia, menunjukkan adanya rasa memiliki terhadap pembangunan yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing.
“Kalau ada swadaya 3 persen, 10 persen atau sekitar Rp3 miliar, artinya masyarakat ini semangat sekali dengan adanya program PPM,” tegasnya.
Namun, Ngatiyana menyebut keberlanjutan PPM pada tahun mendatang masih menjadi tantangan. Pemerintah Kota Cimahi akan kembali membahas program tersebut bersama legislatif, dengan harapan PPM tetap dapat dilanjutkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan masyarakat di tingkat wilayah.
“Ini menjadi tantangan untuk tahun yang akan datang. Karena ada swadaya, berarti masyarakat masih mengharapkan adanya PPM. Mudah-mudahan nanti kita bahas bersama-sama dengan legislatif, mudah-mudahan tahun depan masih ada,” katanya.
Ngatiyana menegaskan pemerintah akan terus berupaya agar program tersebut tetap berjalan. Ia berharap seluruh ketua RW dan masyarakat Kota Cimahi terus memberikan dukungan sehingga semangat pembangunan berbasis partisipasi masyarakat tidak berhenti.
Lebih lanjut Ngatiyana, PPM bukan sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat, melainkan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Masyarakat tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek, tetapi harus menjadi subjek yang ikut menentukan dan melaksanakan pembangunan di lingkungannya.
“Pembangunan yang paling kuat bukan pembangunan yang paling banyak menghabiskan anggaran, tetapi pembangunan yang paling besar rasa memilikinya di masyarakat. Inilah esensi PPM, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali untuk masyarakat,” ungkapnya.
Ngatiyana menambahkan, berdasarkan dokumen kegiatan, pelaksanaan PPM Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan di seluruh RW se-Kota Cimahi. Ia berharap seluruh pekerjaan berjalan baik tanpa kendala, temuan maupun persoalan yang tidak diinginkan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kejaksaan, Polres, Kodim serta DPRD. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Mari kita bekerja sama dengan baik, bekerja bersama-sama, sehingga sasaran kita untuk pembangunan masyarakat bisa tercapai dengan sebaik-baiknya,” kata Ngatiyana.
Ia menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban atas pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat. Selain itu, PPM menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Cimahi secara bersama-sama.
Ngatiyana berharap hasil pelaksanaan PPM Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi warga di seluruh wilayah Kota Cimahi. Ia pun menyebut program tersebut sebagai bagian dari persembahan pemerintah dan masyarakat dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“PPM Tahun 2026 ini kita jadikan sebagai kado untuk warga Cimahi dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Rustandi)






Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSudah sesuaikah hok yg bekerjanya ?
BalasHapus