Wali Kota Cimahi Ngatiyana Tancap Gas Benahi RSUD Cibabat, Pohon Dirapikan, Manajemen Diperbaiki
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan di kawasan RSUD Cibabat merupakan tindak lanjut dari penataan taman dan pembenahan estetika rumah sakit. Sejumlah pohon yang dinilai terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan harus dikurangi, dipangkas, bahkan ditebang.
“Pohon-pohon yang ada di depan kita rapikan, kita kurangi, bahkan ada yang ditebang. Tetapi pohon yang ditebang kita ganti dengan tanaman baru. Jadi penghijauan tetap kita jaga,” ujar Ngatiyana.
Menariknya, Pemkot Cimahi memilih pohon durian sebagai salah satu tanaman pengganti. Bukan sekadar penghijauan, pohon tersebut dipilih karena dinilai memiliki nilai manfaat sekaligus bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang datang ke RSUD Cibabat.
“Kenapa kita pilih pohon durian? Karena satu sampai dua tahun sudah bisa berbuah. Pohonnya tidak perlu tinggi, cukup pendek, tetapi buahnya ada. Ini juga menarik ketika dilihat masyarakat,” kata Ngatiyana.
Menurutnya, penataan pohon juga memiliki tujuan lain, yakni membuka pandangan masyarakat terhadap bagian depan RSUD Cibabat. Pepohonan yang terlalu besar sebelumnya dinilai dapat menutupi tulisan maupun akses masuk rumah sakit.
“Kalau tulisan rumah sakit kelihatan, pintu masuknya juga jelas, masyarakat tidak bingung. Orang yang datang bisa langsung tahu bahwa ini RSUD Cibabat,” tegasnya.
Ngatiyana menilai pembenahan wajah rumah sakit harus berjalan beriringan dengan perubahan di dalam. Karena itu, ia mengapresiasi Direktur RSUD Cibabat yang mulai melakukan berbagai langkah pembenahan, termasuk penataan PKL, perbaikan pagar dan lingkungan rumah sakit.
“Terima kasih kepada Pak Direktur yang sudah menginisiasi penanaman pohon, penataan PKL, kemudian pagarnya diperbaiki sehingga lebih indah dan muka rumah sakit terlihat. Ini menjadi awal dari kepemimpinan beliau untuk memberikan kesan terbaik,” ungkapnya.
Namun, Ngatiyana menegaskan pekerjaan rumah RSUD Cibabat bukan hanya mempercantik bagian luar. Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga agenda besar yang harus dibenahi, yakni reformasi pelayanan, reformasi manajemen, serta reformasi sumber daya manusia.
“Reformasi pelayanan harus dilakukan. Kalau sebelumnya pelayanan tidak memuaskan, sekarang harus diperbaiki. Kemudian manajemen juga kita reformasi. Rumah sakit yang selama ini pas-pasan dan tidak pernah untung, sekarang manajemennya harus kita ubah,” tegas Ngatiyana.
Ngatiyana juga menyoroti pentingnya penyegaran personel melalui evaluasi dan pergantian jabatan. Langkah tersebut, kata dia, diperlukan agar setiap posisi diisi oleh personel yang tepat dan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.
“Reformasi juga terhadap karyawan atau personel. Ada penyegaran jabatan sehingga nanti pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Ngatiyana bahkan memberikan contoh konkret mengenai pelayanan terhadap pasien yang terkendala administrasi BPJS. Ia menyebut pernah ditemukan pasien yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif, namun tetap mendapatkan pelayanan dan setelah dilakukan pengecekan, kepesertaannya dapat kembali aktif tanpa pasien dikenai biaya.
“Alhamdulillah, kemarin kami cek ada pasien yang BPJS-nya tidak aktif, tetapi tetap dilayani dengan baik. Setelah dilayani ternyata bisa aktif lagi dan tidak dikenai biaya. Ini pelayanan yang harus kita pertahankan,” katanya.
Sementara itu, terkait penebangan sejumlah pohon, Ngatiyana menyebut sekitar 25 pohon akan ditanam sebagai bagian dari penggantian dan penghijauan kembali. Penanaman juga tidak hanya difokuskan di RSUD Cibabat, tetapi akan dilakukan di sejumlah lokasi lainnya di Kota Cimahi.
Ia pun mengajak organisasi masyarakat, komunitas dan warga untuk ikut ambil bagian dalam gerakan penghijauan. Menurutnya, penataan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Jangan hanya pemerintah. Kita libatkan ormas, kita libatkan masyarakat. Yuk, bersama-sama kita menanam pohon. Ini bukti bahwa kita peduli terhadap lingkungan,” tandas Ngatiyana.
Bagi Ngatiyana, penataan RSUD Cibabat bukan sekadar urusan memangkas pohon atau mempercantik halaman. Di balik perubahan wajah rumah sakit tersebut, Pemkot Cimahi ingin membangun perubahan yang lebih besar: lingkungan yang lebih tertata, manajemen yang lebih sehat, serta pelayanan kesehatan yang semakin berpihak kepada masyarakat.
"Dengan langkah tersebut, wajah baru RSUD Cibabat diharapkan tidak hanya terlihat lebih rapi dari luar, tetapi juga terasa berbeda ketika masyarakat masuk dan mendapatkan pelayanan di dalamnya," tandas Ngatiyana. (Rustandi)






Posting Komentar