Bhabinkamtibmas Cipeundeuy Selamatkan Remaja di Rel Kereta Api, Diduga Nekat Akhiri Hidup
Remaja berusia 13 tahun tersebut ditemukan berada di sekitar jalur rel kereta api dalam kondisi melamun. Keberadaannya pertama kali diketahui seorang warga bernama Hendi yang merasa curiga melihat anak tersebut berada di lokasi berbahaya.
"Saat ditegur warga, remaja tersebut justru mengaku sedang menunggu kereta api melintas. Mendengar jawaban itu, warga langsung panik dan berupaya mencari bantuan karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," kata kapolsek Cipeundeuy Kompol Suandi.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Ciharashas Polsek Cipeundeuy, Aiptu Jejen Jaelani. Tanpa menunggu lama, Aiptu Jejen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
"Setibanya di tempat kejadian, anggota Bhabinkamtibmas berhasil mengamankan dan membawa remaja tersebut menjauh dari jalur rel kereta api. Selanjutnya, korban dibawa ke SMK Widya Dharma Ciharashas untuk ditenangkan dan mendapatkan pendampingan awal," tambah kapolsek.
Setelah kondisinya mulai tenang, remaja tersebut mengaku tengah mengalami tekanan akibat dugaan perundungan atau bullying dari teman-temannya. Ia juga mengungkapkan ketakutan terhadap kemungkinan mendapat perlakuan keras dari orang tuanya, hingga akhirnya nekat meninggalkan rumah dan berada di jalur rel kereta api.
"Bhabinkamtibmas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Rende, untuk memastikan remaja tersebut mendapat penanganan dan pendampingan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak yang bertanggung jawab," kata kapolsek.
Kompol Suandi mengapresiasi kesigapan Aiptu Jejen Jaelani serta kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut. Ia menegaskan pentingnya kepedulian lingkungan terhadap kondisi anak dan remaja, terutama ketika melihat adanya tanda-tanda seseorang berada dalam situasi berbahaya atau mengalami tekanan berat.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan tidak ragu segera melapor kepada aparat, keluarga, pihak sekolah atau pihak terkait apabila menemukan seseorang yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan, sehingga kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah sedini mungkin," tandas Kompol Suandi. (Rustandi)







Posting Komentar