Cetak Kreator Muda Profesional, Ngatiyana : Siapkan 30 Anak Muda Cimahi Jadi Editor Video Andal Lewat Pelatihan Disnaker
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa proses seleksi pelatihan vidio Editing ini berlangsung sangat ketat dan kompetitif. Dari sekitar 100 orang pendaftar yang merupakan anak-anak muda asli Kota Cimahi, hanya 30 orang terbaik yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Seleksi ini dilakukan untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki minat dan komitmen kuat di bidang teknologi kreatif.
"Sebanyak 30 peserta terpilih tersebut kemudian akan mengikuti pelatihan intensif selama 10 hari penuh yang dilaksanakan melalui Lembaga Pelatihan Kerja atau LPK yang ada di Kota Cimahi. Selama 10 hari, mereka akan digembleng dengan berbagai materi praktis mulai dari dasar pembuatan konten, teknik video editing, hingga penguasaan teknologi digital terkini yang sangat dibutuhkan di industri kreatif," kata Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, tujuan utama dari pelatihan 10 hari ini adalah agar ilmunya benar-benar terserap dan dapat diarahkan menjadi keahlian yang produktif. Ia berharap para peserta tidak hanya sekadar mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengembangkan diri menjadi konten kreator di bidang teknologi khususnya video editing yang saat ini pasarnya sangat luas dan menjanjikan.
"Lebih jauh, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemkot Cimahi telah menyiapkan jalur lanjutan atau outcome yang jelas bagi para peserta setelah pelatihan selesai. Bagi peserta yang berminat dan menunjukkan bakat lebih, mereka akan diarahkan dan ditampung di Technopark Cimahi untuk pengembangan ilmu yang lebih mendalam di bidang editing, animasi, dan teknologi lainnya," tambah Ngatiyana.
Setelah matang di Technopark, para kreator muda ini kemudian akan kembali difasilitasi untuk masuk ke BITC atau Baros Information Technology Creative Center untuk mulai merintis bisnis di bidang teknologi dan digital. Bahkan mereka akan digabungkan dengan PT Ayenak yang ada di sana sehingga langsung terhubung dengan ekosistem bisnis digital dan bisa segera mendapatkan penghasilan.
"Ngatiyana menegaskan bahwa muara akhir dari semua program ini adalah pengurangan angka pengangguran di Kota Cimahi. Dengan bekal keterampilan editing yang profesional, para pemuda diharapkan bisa mendapatkan penghasilan yang bagus secara mandiri tanpa harus bergantung pada lowongan kerja formal. Minimal mereka bisa mengurangi beban pengangguran di kota sendiri dengan menjadi freelancer atau pengusaha digital," tegasnya.
Terkait pengawasan, Wali Kota menekankan agar pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara normatif, sesuai aturan dan jadwal yang telah dibuat, serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh disiplin. Ia tidak ingin pelatihan ini hanya formalitas, tetapi harus benar-benar mencetak anak-anak Cimahi menjadi kreator dan editor yang disiplin dan profesional karena ilmunya untuk mereka dan keuntungannya juga untuk mereka sendiri.
"Pelatihan ini sendiri sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kota Cimahi sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mencetak generasi muda yang produktif. Ngatiyana memastikan bahwa jika anggaran masih tersedia, pelatihan-pelatihan serupa melalui LPK akan terus dilanjutkan," kata Ngatiyana.
Wali Kota berharap,semakin banyak LPK yang terlibat, semakin banyak pula anak muda Cimahi yang tertolong dari pengangguran dan menjadi kreator digital yang membanggakan.
"Ia menghimbau, kepada 30 peserta agar mengikuti pelatihan 10 hari ini dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Serap ilmunya, karena ini untuk masa depan kalian. Setelah ini kita arahkan ke Technopark dan BITC agar bisa menjadi kreator profesional dan punya penghasilan. Mari kita bersama-sama kurangi pengangguran di Kota Cimahi melalui ekonomi kreatif dan digital," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar