Disentil KDM Soal Begal dan Miras, Ngatiyana Gerakkan Forkopimda Lewat Pawang Ronda
Hal itu disampaikan Ngatiyana saat menghadiri program Pawang Ronda bersama Forkopimda dan masyarakat di RW 07 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa malam (2/9/2026).
Ngatiyana mengatakan, dirinya merasa malu ketika Kota Cimahi yang dikenal sebagai Kota Tentara justru mendapat sorotan terkait aksi begal dan peredaran minuman keras. Karena itu, ia menilai persoalan keamanan dan penyakit masyarakat harus ditangani secara bersama-sama, tidak hanya mengandalkan aparat.
“Pada saat itu kita sudah disentil oleh Bapak Gubernur, Pak KDM. Kota tentara kok banyak begal, kota tentara kok banyak minuman. Nah, di situ malu juga kita,” ungkap Ngatiyana.
Menurutnya, salah satu langkah yang kini dilakukan adalah membawa jajaran pimpinan daerah dan Forkopimda turun langsung ke lingkungan masyarakat melalui program Pawang Ronda. Program tersebut bukan sekadar ronda malam, melainkan menjadi ruang untuk menyerap persoalan langsung dari warga
“Seorang wali kota saja turun ke lapangan. Ini sebuah kepedulian. Sekda juga ikut turun malam-malam, meninggalkan keluarga sampai jam sembilan atau jam sepuluh. Karena apa? Karena cinta terhadap masyarakat Kota Cimahi,” katanya.
Program Pawang Ronda sendiri telah digelar dua kali. Kegiatan pertama dilaksanakan di wilayah Cipageran, kemudian berlanjut di Kelurahan Padasuka. Ke depan, Ngatiyana memastikan kegiatan serupa akan terus bergulir ke berbagai wilayah lainnya, termasuk Cimahi Selatan.
Wali Kota menegaskan, pola jemput bola tersebut sengaja dilakukan agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mendatangi kantor pemerintahan maupun institusi penegak hukum ketika memiliki persoalan atau aspirasi.
“Daripada masyarakat datang ke Polres jauh, sekarang Polres yang turun. Daripada datang ke Kejaksaan atau Pengadilan, lebih baik sekarang kita turun langsung,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga menyoroti komitmen Forkopimda dalam memberantas penyakit masyarakat. Ia mengapresiasi langkah Polres Cimahi yang melakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras serta ratusan ribu butir obat-obatan terlarang hasil penindakan.
“Bukan masalah harganya. Yang kita pikirkan adalah masa depan anak-anak kita. Kalau diracuni, masa depannya akan hancur. Makanya Forkopimda berupaya jangan sampai ini berimbas kepada anak cucu kita,” tandasnya.
Ngatiyana pun mengajak masyarakat, termasuk unsur perlindungan masyarakat atau Linmas, untuk terlibat aktif menjaga lingkungan. Ia mengingatkan agar warga tidak justru memanfaatkan barang hasil sitaan ketika dilakukan penertiban terhadap peredaran minuman keras maupun penyakit masyarakat lainnya.
Melalui Pawang Ronda, Ngatiyana berharap tidak ada lagi jarak antara masyarakat dengan para pemangku kebijakan. Warga dipersilakan menyampaikan keluhan dan persoalan secara langsung tanpa harus turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi.
“Di sinilah tempatnya kalau ada persoalan, silakan disampaikan. Kita datang langsung ke masyarakat untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan warga,” pungkas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar