Jembatan Pemkot Cimahi Dibuka, Motor Bisa Melintas 24 Jam
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan pembukaan akses Jembatan Pemkot Cimahi menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang selama proses perbaikan harus mencari jalur alternatif. Sejak dibuka, arus kendaraan sepeda motor terpantau mulai melintas dari kedua arah.
“Alhamdulillah kita buka dua arah yaitu khusus untuk sepeda motor. Alhamdulillah kelihatannya lancar, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ngatiyana.
Meski telah dibuka, Ngatiyana menegaskan pekerjaan pembangunan dan penyempurnaan jembatan belum sepenuhnya rampung. Karena itu, kendaraan roda empat masih belum diperbolehkan melintas demi menjaga keselamatan para pekerja yang masih melakukan pengerjaan di lokasi.
“Kenapa kita buka hanya sepeda motor saja? Karena pekerjaan belum selesai. Kita perlu adanya keselamatan kerja bagi para pekerja sehingga kita baru buka untuk sepeda motor saja,” jelasnya.
Menurut Ngatiyana, Pemerintah Kota Cimahi tidak ingin terburu-buru menyelesaikan proyek hanya demi mengejar target waktu. Ia menegaskan kualitas konstruksi dan keamanan jembatan menjadi prioritas utama agar infrastruktur vital tersebut dapat digunakan masyarakat secara aman dalam jangka panjang.
“Karena kita juga mengejar bagaimana kualitas. Jangan sampai nanti pekerjaan dikejar-kejar dan dipaksakan, tapi kualitasnya kurang bagus,” tegas Ngatiyana.
Untuk kendaraan roda empat, Pemkot Cimahi menargetkan akses jembatan dapat dibuka sepenuhnya dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Pemerintah optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan pada bulan September 2026, setelah seluruh aspek konstruksi dan keselamatan dinyatakan siap.
Sementara itu, khusus bagi pengguna sepeda motor, Ngatiyana memastikan Jembatan Pemkot Cimahi akan dibuka selama 24 jam penuh tanpa sistem buka-tutup. Namun demikian, masyarakat diminta tetap disiplin, tertib, dan tidak saling berebut jalur saat melintas agar pembukaan akses baru tersebut tidak justru menimbulkan kemacetan.
"Kalau sepeda motor satu kali dua puluh empat jam enggak usah buka tutup, tetap berjalan satu kali dua puluh empat jam,” katanya.
Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa perbaikan dilakukan karena kondisi jembatan sebelumnya telah mengalami penurunan struktur akibat usia bangunan yang sudah puluhan tahun.
"Faktor pergerakan tanah dan air disebut turut memengaruhi kekuatan konstruksi jembatan, terlebih struktur lama dinilai belum memiliki sistem penyangga yang memadai," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar