Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Aliran Sungai Citarum Margaasih
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas piket siaga Polsek Margaasih. Mendapat laporan tersebut, piket gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi serta melakukan pengecekan terhadap tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas yang dipimpin Piket Pawas IPTU Dadi Hardadi mendapati sesosok tubuh yang diduga berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi berada di aliran Sungai Citarum. Korban saat ditemukan mengenakan celana pendek dan kaos berwarna hitam.
Identitas korban hingga proses pengecekan berlangsung belum diketahui. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi, termasuk pemeriksaan awal dan meminta keterangan sejumlah warga yang berada di sekitar TKP.
"Dari hasil pemeriksaan awal Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Bandung, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka lecet berwarna merah darah di bagian leher korban yang masih memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut," tutur Kapolsek Margaasih Kompol Kartono Gumilar.
Petugas gabungan Polsek Margaasih selanjutnya membantu mengevakuasi korban dari aliran sungai ke daratan. Korban kemudian dibawa ke RS Sartika Asih untuk menjalani penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan piket Polsek Soreang serta Tim Inafis Satreskrim Polres Bandung. Sejumlah saksi, di antaranya Muhudin dan Dadan, turut dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan terkait identitas maupun kronologi penemuan korban," katanya.
Lebih lanjut Kolsek menyampaikan Polsek Margaasih memastikan penanganan awal terhadap temuan tersebut dilakukan dengan mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan, mendokumentasikan lokasi, meminta keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi korban.
"Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi masih melakukan koordinasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya," tandas Kompol Kartono. (Rustandi)






Posting Komentar