Pawang Ronda Pangkas Jarak, Pimpinan Forkopimda Cimahi Turun Langsung Dengarkan Suara Warga
Program Pawang Ronda dinilai menjadi terobosan karena menghadirkan jajaran Forkopimda dan pejabat pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Tidak sekadar kegiatan seremonial, forum tersebut membuka ruang komunikasi dua arah untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dirasakan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiyatmoko saat menghadiri kegiatan Pawang Ronda.Ia apresiasi terhadap inisiatif Pawang Ronda yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi. Menurutnya, program tersebut mampu memangkas jarak antara masyarakat dengan para pemangku kebijakan.
"Ini adalah acara yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, jajaran pimpinan Forkopimda, Sekda, camat, lurah, hingga kepala dinas hadir langsung di tengah-tengah warga," ujar Wahyu," Rabu (09/09/2026) malam.
Wahyu menilai kehadiran langsung para pejabat di lingkungan masyarakat menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus menjaga hubungan antara pemerintah dan warga tetap dekat.
Menurut Wahyu, pola komunikasi seperti Pawang Ronda membuat masyarakat tidak lagi merasa ada sekat ketika hendak menyampaikan keluhan maupun aspirasi. Warga bisa berbicara langsung dengan unsur pimpinan daerah dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
"Jadi tidak ada jarak. Kedekatan ini membuat hubungan kita semakin akrab dan jalinan silaturahmi terus terjaga," katanya.
Wahyu menambahkan, masyarakat selama ini terkadang harus menempuh proses panjang atau datang ke sejumlah kantor pemerintahan untuk menyampaikan persoalan. Melalui Pawang Ronda, akses komunikasi tersebut dipangkas dengan menghadirkan pejabat langsung ke lingkungan warga.
"Masyarakat tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor Wali Kota, Polres, Pengadilan Negeri, Kejaksaan maupun Kodim hanya untuk menyampaikan aspirasi. Di sini pimpinan hadir langsung dan mendengarkan suara masyarakat," tegasnya.
Program Pawang Ronda pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum dialog semata. Aspirasi yang muncul dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah bersama unsur Forkopimda, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga tingkat lingkungan warga. (Rustandi)







Posting Komentar