Perkuat Moril dan Kesiapan Prajurit Yonif TP 331/Sanca Manggala, Menhan RI Kunker ke Sukabumi
Kunjungan kerja tersebut, dalam rangka memberikan pengarahan, motivasi, serta melakukan peninjauan terhadap kesiapan dan kondisi prajurit Yonif TP 331/Sanca Manggala sebagai satuan baru.
Turut mendampingi Menteri Pertahanan RI di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita S.Sos., Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo S.E., Kabulog Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han., serta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan RI.
Sementara itu, hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., B.S., M.Tr. (Han.), unsur pejabat Kodam III/Siliwangi dan Korem 061/Surya Kencana, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Dandim 0607/KS Letkol Inf. Beny Syafri S.H., M.Han., Dandim 0622/Kabsi Letkol Inf. Agung Ari Wibowo S.Hub.Int., serta unsur Forkopimcam Cikembar dan tokoh agama.
Setibanya di lokasi, Menteri Pertahanan RI beserta rombongan menerima hormat jajar kesatrian dan yel-yel prajurit, kemudian dilanjutkan dengan menerima paparan mengenai kondisi dan kesiapan satuan serta melaksanakan pengecekan terhadap barak sementara Yonif TP 331/Sanca Manggala.
Kegiatan dilanjutkan di aula dengan pengarahan Menteri Pertahanan RI kepada para prajurit Yonif TP 331/Sanca Manggala.
Dalam arahan Menhan RI, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin M.B.A., menekankan bahwa meskipun Yonif TP 331/Sanca Manggala merupakan Batalyon Teritorial, setiap Prajurit tetap harus memiliki kemampuan dasar keprajuritan dan kemampuan tempur yang mumpuni.
Lebih lanjut, Menhan menerangkan, bahwasannya para Prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, di antaranya dalam bidang bela diri, menembak, taktik dan teknik bertempur, serta berbagai kemampuan lain yang diperlukan dalam menghadapi tantangan tugas.
Di sisi lain, sebagai Batalyon Teritorial, Menhan RI menyebut, prajurit juga memiliki tanggung jawab yang lebih luas untuk hadir di tengah masyarakat. Prajurit diharapkan mampu berkomunikasi, berinteraksi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan.
Kepada seluruh Prajurit, Menhan RI mengingatkan, untuk menjaga kekompakan, persaudaraan, solidaritas dan kebersamaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI diharapkan tidak hanya diucapkan dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Jaga nama baik dan kehormatan Batalyon 331 sebagai Batalyon baru. Jangan melakukan tindakan yang dapat merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap satuan,” tegas Menhan RI.
Menhan RI memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan kontribusi yang telah dilaksanakan oleh prajurit Yonif TP 331/Sanca Manggala. Keberadaan prajurit di tengah masyarakat diharapkan senantiasa memberikan manfaat dan dampak positif bagi bangsa dan negara.
Menhan RI pun kembali mengingatkan, bahwa pengabdian kepada negara membutuhkan keikhlasan dan pengorbanan. Oleh karena itu, setiap prajurit harus melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, bertanggung jawab dan penuh kehormatan.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk memperkuat moril, disiplin, profesionalisme dan kesiapan prajurit Yonif TP 331/Sanca Manggala dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia.
Di akhir arahannya, Menhan RI berpesan kepada seluruh prajurit agar tetap semangat, kompak, disiplin dan terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara serta senantiasa menunjukkan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. (**)






Posting Komentar