Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT
Pendampingan dilakukan melalui dukungan psikososial dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi anak, di antaranya melalui interaksi, permainan, dan berbagai aktivitas bersama. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan diri setelah mengalami bencana. Pendampingan juga didukung layanan konseling oleh psikolog profesional, baik secara langsung di lapangan maupun secara daring melalui psikolog yang bersiaga di Mako Puspsi TNI.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI bersama pemerintah desa, pihak sekolah, Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTT, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan sarana dan prasarana, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kehadiran Tim Psikologi TNI mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Wancang Valerinus Bagung, Kepala SDK Wancang Rony Syukur, dan Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat, Romo Patrick Dharsam Guru. Melalui pendampingan psikologis yang berkelanjutan, Puspsi TNI bersama para relawan psikologi terus berupaya membantu memulihkan kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga mereka dapat kembali merasa aman, percaya diri, dan menjalani proses pemulihan pascabencana secara optimal.
#tniprima
#tnirakyat
#indonesiaberdaulat
Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi






Posting Komentar