Sasapu Lembur RW 02 Leuwigajah Cimahi Tak Sekadar Bersih-Bersih, Warga Mulai Olah Sampah Jadi Bernilai
Kegiatan Sasapu Lembur kembali dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, melibatkan Karang Taruna RW 02, pengurus RT dan RW serta warga. Mereka bersama-sama membersihkan jalan dan lingkungan permukiman untuk menciptakan kawasan yang bersih, resik dan nyaman.
Ketua RW 02 Kelurahan Leuwigajah, Sulaeman, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas pengurus kewilayahan dan Karang Taruna.
“Kami berharap kegiatan Sasapu Lembur ini terus berlanjut. Jangan hanya pengurus RT, RW dan Karang Taruna, tetapi seluruh warga RW 02 ikut bergerak menjaga kebersihan. Kalau semua ikut, insyaallah lingkungan RW 02 akan semakin resik, bersih dan nyaman,” ujar Sulaeman.
Menurut Sulaeman, gerakan kebersihan di RW 02 juga mulai diarahkan pada pengurangan sampah sejak dari rumah. Warga didorong untuk memilah dan mengolah sampah sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah buangan.
Untuk sampah organik atau sampah basah, warga mulai memanfaatkan komposter. Selain itu, beberapa kader RW 02 juga mengikuti pelatihan budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik.
“Jadi bukan hanya membersihkan lingkungan. Kami juga berusaha mengurangi jumlah sampahnya. Sampah basah kami dorong untuk diolah melalui komposter dan sebagian melalui pengelolaan maggot,” kata Sulaeman.
Sementara untuk sampah anorganik, warga melakukan pemilahan dan pemanfaatan kembali. Sejumlah material bekas diolah menjadi barang yang masih memiliki fungsi, seperti tempat sampah, pot bunga dan berbagai kerajinan tangan.
Sebagian hasil kreativitas tersebut juga diarahkan agar memiliki nilai ekonomis, sehingga pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang produktif bagi masyarakat.
Sulaeman menambahkan, kebersihan menjadi perhatian penting karena RW 02 juga memiliki kawasan Gang Keramat yang cukup dikenal masyarakat dan kerap dikunjungi untuk berziarah.
Salah satunya adalah kawasan Makam Enyang Dalem Santoan Wali Kundu. Karena menjadi bagian dari lingkungan yang dikunjungi masyarakat, kebersihan dan kenyamanan kawasan tersebut perlu dijaga bersama.
"Harapannya warga semakin sadar bahwa kebersihan itu tanggung jawab bersama. Tidak hanya ketika ada kegiatan Sasapu Lembur, tetapi setiap hari,” ujarnya.
Lurah Leuwigajah Dini Gusniar, S.E., M.M., mengapresiasi konsistensi masyarakat RW 02 dalam menjalankan Sasapu Lembur.
Menurut Dini, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun pengurus kewilayahan. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Saya sangat mengapresiasi Karang Taruna, Ketua RW, para Ketua RT dan seluruh warga RW 02 yang terus menjaga semangat gotong royong melalui Sasapu Lembur. Kebersihan lingkungan akan lebih mudah terwujud apabila menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas pengurus,” ungkap Dini.
Dini juga mengapresiasi langkah warga yang mulai mengembangkan pengelolaan sampah melalui komposter, maggot dan pemanfaatan sampah anorganik.
“Yang paling penting bukan hanya bersih pada saat Sasapu Lembur, tetapi bagaimana kebersihan itu terus dijaga setiap hari. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari rumah dan lingkungan terdekat. Pilah sampahnya, kurangi sampahnya dan manfaatkan yang masih bisa digunakan,” tambahnya.
Ia berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang terlibat.
Menurut Dini, apa yang dilakukan RW 02 menunjukkan bahwa gotong royong dan pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan. Kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin, jika melibatkan semakin banyak warga, dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Dengan Sasapu Lembur, pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan sampah anorganik, RW 02 Leuwigajah terus membangun budaya bersama untuk menjaga lingkungan tetap resik, nyaman dan sehat. (Rustandi)










Posting Komentar