Sholat Istisqo, Ngatiyana Ungkap Penanganan Kekeringan di Cimahi
Seribu masyarakat mengikuti pelaksanaan ibadah tersebut sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun setelah kemarau panjang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Peserta berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat yang hadir langsung di lokasi.
Usai pelaksanaan Sholat Istisqo, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan kondisi kekeringan telah memberikan dampak terhadap kebutuhan air warga. Sejumlah masyarakat bahkan telah menyampaikan permintaan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kota Cimahi karena sumber air di beberapa wilayah mulai berkurang.
"Memang kondisi sekarang ini sudah beberapa bulan kemarau. Banyak masyarakat yang meminta bantuan air bersih kepada pemerintah, terutama di daerah-daerah yang sumber airnya mulai mengering,” kata Ngatiyana saat ditemui usai Sholat Istisqo.
Menurut Ngatiyana, Pemkot Cimahi tidak hanya melakukan ikhtiar melalui doa, tetapi juga mengambil langkah penanganan di lapangan. Sejumlah perangkat daerah dilibatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
"Penyaluran air dilakukan dengan memanfaatkan kendaraan tangki yang tersedia. Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya pengeboran di sejumlah titik sebagai bagian dari langkah memenuhi kebutuhan air warga selama sumber air masih menghadapi tekanan akibat kemarau," kata Ngatiyana.
Ngatiyana menjelaskan kebutuhan air bersih pada dasarnya dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kota Cimahi. Namun, kawasan Cimahi bagian utara menjadi salah satu perhatian karena kondisi wilayahnya yang berada di dataran lebih tinggi membuat sumber air berada cukup dalam.
“Untuk wilayah prioritas, sebenarnya seluruh Cimahi membutuhkan air. Tetapi daerah utara menjadi prioritas karena wilayahnya tinggi dan sumber airnya cukup dalam. Kita terus suplai sesuai dengan permintaan masyarakat,” jelasnya.
Selain penanganan teknis, Ngatiyana mengajak masyarakat menjadikan momentum Sholat Istisqo sebagai pengingat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menggunakan air secara bijaksana.
" Ia berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat menjadi ikhtiar agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan di Cimahi berangsur teratasi," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar