Wali Kota Cimahi Ngatiyana Minta Masyarakat Bersabar, Pembukaan Jembatan Pemkot Dipastikan Bertahap
Menurut Ngatiyana, pembangunan membutuhkan waktu dan tahapan yang harus dilalui. Namun demikian, Pemerintah Kota Cimahi memastikan percepatan pekerjaan tidak akan mengorbankan mutu konstruksi yang nantinya digunakan masyarakat.
“Kita membangun itu melalui proses, perlu waktu dan perlu proses, tetapi kualitasnya tetap terjamin. Saya harapkan kesadaran dari seluruh masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Terkait percepatan pembangunan, Ngatiyana menjelaskan penggunaan material dan teknologi konstruksi yang lebih baik memungkinkan sejumlah pekerjaan diselesaikan lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Meski demikian, standar keamanan dan spesifikasi teknis tetap menjadi perhatian utama.
Ia mencontohkan proses pengecoran yang secara normal membutuhkan waktu sekitar 22 hingga 28 hari sebelum dapat dilalui kendaraan. Namun dengan penggunaan material berbeda yang memiliki kualitas lebih baik, konstruksi kini dapat mencapai kesiapan lebih cepat tanpa mengabaikan kekuatan bangunan.
“Kalau pembangunan secara keseluruhan memang harusnya tiga bulan, tetapi melihat situasi dan kondisi alat maupun materialnya ini berbeda dan lebih bagus sehingga bisa lebih cepat. Contoh pengecoran, kalau standar normal 22 sampai 28 hari baru bisa dilewati, tapi hari ini materialnya berbeda sehingga 1x24 jam sudah bisa dilewati,” jelasnya.
Ngatiyana juga mengaku memberikan penekanan khusus kepada pihak kontraktor dan konsultan agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi. Ia tidak ingin pembangunan jembatan hanya mengejar target penyelesaian, tetapi kemudian mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
"Saya tekan benar-benar agar kualitas dan speknya disesuaikan sehingga nanti jembatan ini masa pakainya jangan hanya satu tahun sudah hancur lagi. Saya harapkan masa pakainya panjang. Sama-sama saling mengawasi agar pekerjaan ini berjalan lancar, kualitasnya bagus dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Ngatiyana meminta pengelola media sosial dan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Cimahi terkait informasi resmi pembukaan jembatan. Hal itu penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kekecewaan di tengah masyarakat.
“Media sosial juga kita koordinasilah dengan Pemerintah Kota Cimahi kapan akan dibuka, sehingga tidak mengecewakan bagi para pembaca media sosial karena kita juga akan buka itu dengan kesiapan yang matang,” katanya.
Komitmen terhadap kualitas dan keselamatan tersebut kemudian menjadi alasan Ngatiyana memutuskan menunda pembukaan Jembatan Pemkot Cimahi yang semula direncanakan dibuka pada Sabtu (5/9/2026).
Setelah melakukan pengecekan langsung di lapangan, Ngatiyana memutuskan pembukaan dilakukan secara bertahap. Jembatan dijadwalkan mulai dibuka pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, khusus bagi kendaraan roda dua dari dua arah.
“Saya cek lapangan dulu, saya cek lapangan dulu kesiapannya bagaimana. Kalau kita buka tetapi belum siap, nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, mungkin kecelakaan, keamanan dan lain sebagainya. Kita harus ambil keputusan,” ujar Ngatiyana saat monitoring di atas jembatan.
Ngatiyana menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena masih terdapat pekerjaan fisik di bagian kanan dan kiri jembatan yang dinilai belum sepenuhnya aman apabila dilalui seluruh jenis kendaraan.
“Insya Allah nanti kita akan buka khusus untuk sepeda motor di hari Senin. Diperkirakan sekitar jam delapan pagi, rencana hari Senin kita buka untuk dua arah yaitu khusus untuk sepeda motor saja. Jadi untuk mobil belum bisa karena ini masih ada pekerjaan lanjutan,” pungkasnya.
Dengan demikian, Pemkot Cimahi memilih tidak tergesa-gesa membuka seluruh akses Jembatan Pemkot.
"Keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi menjadi pertimbangan utama, karena bagi pemerintah, jembatan bukan sekadar proyek yang harus cepat selesai, melainkan infrastruktur yang harus kuat dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tandas Ngatiyana. (Rustandi)







Posting Komentar