Geger Waduk Cirata, Pemancing asal Cipatat Ditemukan Mengambang Setelah Dua Hari Hilang
Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi menyampaikan bahwa, peristiwa ini bermula pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban pergi memancing di kawasan Waduk Cirata bersama seorang saksi dan anaknya. Ketika malam semakin larut, saksi bersama anak korban beristirahat dan tidur di lapak, sementara Irfah masih melanjutkan aktivitas memancing seorang diri.
"Keesokan harinya, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, saksi terbangun dan mendapati korban sudah tidak berada di lokasi. Di lapak tersebut hanya ditemukan joran pancing, jaket hitam yang tergantung, serta celana panjang milik korban dalam kondisi basah. Keberadaan korban yang tidak diketahui membuat saksi berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi," tutur Kompol Suandi.
Namun, pencarian di sekitar lapak tidak membuahkan hasil. Korban tetap tidak ditemukan hingga akhirnya muncul dugaan bahwa Irfah terjatuh dan tenggelam di perairan Waduk Cirata. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada penemuan jasad korban dua hari setelah ia terakhir kali terlihat oleh saksi.
"Kompol Suandi, menjelaskan bahwa korban ditemukan mengambang pada Senin pagi. Personel Polsek Cipeundeuy, Polres Cimahi, bersama tim Basarnas Provinsi Jawa Barat kemudian melakukan evakuasi dari perairan menuju daratan. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ucap kapolsek.
Sejumlah personel gabungan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya Unit Reskrim, Unit Intelkam, Unit Binmas, Unit Samapta Polsek Cipeundeuy, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Unit Intel Kodim 0609/Cimahi, serta Satpol PP Kecamatan Cipeundeuy. Petugas melakukan pemeriksaan lokasi, membuat sketsa TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan melaksanakan penyelidikan guna mendalami peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga melakukan pendataan dan penyusunan laporan terkait penemuan korban. Berdasarkan keterangan dalam laporan, keluarga korban membuat surat penolakan atau keberatan terhadap pelaksanaan autopsi yang diketahui oleh kepala desa. Meski demikian, penyebab pasti korban terjatuh atau masuk ke dalam air belum dapat dipastikan hanya dari kronologi yang tersedia.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama ketika memancing pada malam hari. Penggunaan perlengkapan keselamatan dan kewaspadaan terhadap kondisi tepian waduk sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan. Hingga proses penanganan dilakukan, pihak kepolisian telah melaksanakan langkah-langkah awal di TKP dan mengumpulkan keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," tutup Kompol Suandi. (Rustandi)







Posting Komentar