Jumat Curhat Kapolres Cimahi Bersama Persis KBB, Bahas Bullying hingga Bahaya Pinjol dan Judol
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang komunikasi terbuka antara jajaran Polres Cimahi dengan keluarga besar Persis Kabupaten Bandung Barat. Pertemuan itu mengusung semangat “mendengar dengan hati dan melayani dengan solusi.”
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Cimahi didampingi Wakapolres Cimahi Kompol Zulkarnaen, S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani Sapin, S.Pd., M.H.I., serta sejumlah pejabat utama Polres Cimahi dan jajaran Polsek Cipatat.
Hadir pula Kasat Binmas AKP Sipto Dwilaksono, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Dimas Pambudi, S.T.K., S.I.K., Kasat Lantas AKP Arviandre Maliki, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kasat Reskrim AKP Reyhan Kusuma, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.M., Kabag Log AKP Dudi Iskandar, S.H., M.H., Kasi Propam AKP Endang Mulyana, S.I.P., M.Si., serta jajaran personel lainnya.
Kapolres Cimahi melalui Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Persis Kabupaten Bandung Barat yang telah menerima jajaran kepolisian untuk bersilaturahmi dan berdiskusi secara langsung.
Menurutnya, kegiatan Jumat Curhat merupakan program yang dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana kepolisian untuk mendengarkan keluhan, kritik maupun saran masyarakat secara langsung.
“Tujuannya membangun komunikasi dua arah yang terbuka antara polisi dan warga, sehingga berbagai keluhan, aspirasi dan kritik dapat diserap serta menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kamtibmas,” demikian pesan Kapolres dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dengan Persis, termasuk kalangan pemuda dan pemudi Persis, dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Berbagai persoalan kemudian mengemuka dalam sesi curhat dan komunikasi. Peserta menyampaikan pertanyaan mulai dari kemungkinan pelayanan SIM secara kolektif dan gratis, persoalan bullying, kekerasan serta kenakalan remaja dan anak sekolah, hingga peluang kerja sama dakwah bersama Bhayangkari.
"Perhatian juga diarahkan pada potensi gangguan kejahatan melalui media sosial. Termasuk persoalan masyarakat yang terlilit pinjaman online atau pinjol serta bahaya judi online atau judol yang menjadi salah satu persoalan yang disampaikan dalam forum tersebut," tambah kapolsek. (Rustandi)







Posting Komentar