Kapolsek Cipatat hadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026, 800 peserta serukan persatuan dan solidaritas
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Lapang Pabuaran, Kampung Pabuaran, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan diikuti sekitar 800 peserta.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mempertegas peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif.
Upacara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan, di antaranya perwakilan MWC NU Cipatat KH Daud, Camat Cipatat Herman Permadi, S.A.P., Kapten Inf. Sujana, Ketua MUI Cipatat H. Bayhaki, Ketua MWC NU Cipatat Ustaz Fathul Bahri, unsur Forkopimcam, personel Polsek Cipatat, serta para santri dan masyarakat. Keterlibatan berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Dalam amanat upacara, peserta diajak mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa bersejarah yang menjadi sorotan adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menegaskan peran penting kalangan pesantren dalam perjuangan bangsa. Nilai perjuangan tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan, penguatan akhlak, serta semangat pengabdian kepada negara.
Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani Sapin menekankan pentingnya menjadikan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai pengingat untuk memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, dan membangun karakter generasi muda yang berilmu serta bertanggung jawab.
"Ia juga mendukung peran santri sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang damai dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambah kapolsek.
Kompol D.M.S. Andriani Sapin juga mengimbau para santri agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta menghindari tindakan perundungan dan perilaku yang berpotensi melanggar hukum.
"Para santri diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat dengan mengedepankan sikap santun, disiplin, toleran, dan cinta tanah air," harap Kompol DMS Andriani.
Kepada masyarakat, Kapolsek Cipatat mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
"Masyarakat dapat menghubungi layanan Kepolisian 110 untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan," pesannya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Cipatat diharapkan semakin mempererat hubungan antara ulama, santri, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Melalui semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, seluruh elemen diharapkan terus menjaga persatuan, menanamkan nilai kebangsaan, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, serta berkemajuan. (Rustandi)








Posting Komentar