Kasus ISPA Melonjak di Cimahi, dr. Mulyati Imbau Warga Waspada dan Tak Panik
![]() |
| Poto Ilustrasi |
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Mulyati, S.Kep., Ners., M.Kes, mengatakan peningkatan tersebut terpantau melalui laporan Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Dalam empat minggu terakhir memang terjadi peningkatan. Minggu ke-34 tercatat 1.499 kasus, minggu ke-35 sebanyak 1.969 kasus, minggu ke-36 mencapai 2.309 kasus, dan minggu ke-37 meningkat menjadi 2.675 kasus,” ujar Mulyati saat ditemui, Jumat (02/10/2026).
Mulyati menjelaskan, peningkatan kasus tersebut turut berdampak terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi yang dilaporkan mengalami peningkatan.
Untuk mengantisipasi penumpukan pasien, masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi SINARAP (Sistem Informasi Rawat Inap) untuk mengecek ketersediaan tempat tidur sebelum mendatangi rumah sakit.
“Di situ kita bisa melihat apakah di rumah sakit kosong atau sedang penuh. Agar tidak berpindah-pindah rumah sakit, sebaiknya dicek terlebih dahulu terkait ketersediaan tempat tidur,” jelasnya.
Saat ini, Dinkes Kota Cimahi juga memberikan perhatian terhadap pasien dari kelompok rentan, seperti bayi, balita, lansia, serta masyarakat dengan penurunan imunitas. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, meriang, batuk pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga nyeri otot.
"Mulyati meminta masyarakat tidak panik, namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas maupun klinik terdekat," pesannya.
Menurutnya, pemeriksaan sejak awal dapat membantu pasien mendapatkan penanganan lebih cepat sekaligus mengurangi penumpukan di rumah sakit.
“Jika sudah datang ke fasilitas kesehatan dan dokter merasa perlu merujuk, maka pasti akan dirujuk. Sehingga tidak terjadi penumpukan pasien atau pasien berbondong-bondong ke rumah sakit,” pungkasnya. (Rustandi)





Posting Komentar