Kebakaran Home Industri di Cimahi, Kerugian Ditaksir Tembus Rp900 Juta, Satu Orang Luka Ringan
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 18.15 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB. Respons cepat selama lima menit dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.
"Ia menjelaskan bahwa, kebakaran bermula ketika sejumlah pekerja sedang beraktivitas di dalam home industri tersebut. Tiba-tiba, api muncul dari ruang penyimpanan bahan baku yang terdiri dari busa dan sekam. Kemunculan api tersebut sontak membuat para pekerja berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan tiga tabung alat pemadam api ringan (APAR)," kata Aep
Namun, upaya pemadaman mandiri tidak berhasil mengendalikan kobaran api. Api justru semakin membesar hingga akhirnya pihak terkait menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi untuk meminta bantuan. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat guna mengatasi kebakaran yang telah melibatkan area bangunan cukup luas," tambah Aep.
Sebanyak tiga unit mobil pancar dan satu unit kendaraan rescue dikerahkan ke lokasi kejadian. Sembilan personel Damkar Kota Cimahi diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 19.55 WIB sebelum operasi dinyatakan selesai.
Dampak kebakaran tersebut tergolong besar. Kerugian akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp500 juta, sedangkan kerugian barang atau isi bangunan ditaksir sekitar Rp400 juta.
"Dengan demikian, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp900 juta. Meski demikian, nilai kerugian tersebut masih berupa taksiran berdasarkan laporan awal dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lebih lanjut," beber Aep.
Dalam kejadian ini, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Tidak ada laporan korban luka sedang, luka berat, maupun meninggal dunia. Petugas juga mencatat sebanyak 40 jiwa berhasil terselamatkan dari dampak kebakaran tersebut.
"Sementara itu, penyebab pasti munculnya api masih belum diketahui dan memerlukan pendalaman lebih lanjut, meskipun dalam laporan awal unsur kelalaian turut dicatat," kata Aep.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas melakukan pendataan serta sosialisasi sebagai bagian dari penanganan lanjutan.
"Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha, khususnya industri rumahan yang menyimpan bahan seperti busa dan sekam, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ketersediaan APAR, pemeriksaan instalasi listrik, penataan bahan baku, serta pemahaman prosedur evakuasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari," tutup Aep. (Rustandi)







Posting Komentar