Kebocoran Selang Gas Picu Semburan Api di Cimahi, Damkar Tiba 4 Menit
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 15.56 WIB, dan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB atau hanya dalam waktu respons empat menit.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan objek yang terbakar berkaitan dengan kebocoran gas yang terjadi ketika pemilik rumah sedang melakukan pergantian tabung gas.
"Menurutnya, saat kejadian pemilik rumah, Dindin, sedang memasak menggunakan dua tabung gas. Ketika melakukan pergantian salah satu tabung, terjadi kebocoran pada selang gas yang kemudian disusul semburan api," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, pemilik rumah kemudian meminta bantuan kepada petugas Damkar Kota Cimahi. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan api maupun sumber kebocoran tidak kembali menimbulkan bahaya.
"Sebanyak dua unit pancar dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut, yakni Unit 12 dan Unit 09. Sejumlah personel turut terlibat dalam proses penanganan, di antaranya Budi, Juli, Asep, Maul, Ari dan Alfi," tambah Aep.
Aep menjelaskan, luas keseluruhan lokasi kejadian mencapai sekitar 84 meter persegi, sementara bagian objek yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 12 meter persegi. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
“Penanganan dilakukan dengan pengecekan, pendataan, serta pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman,” kata Aep Mulyana.
Setelah proses penanganan dan pendinginan selesai, petugas melakukan pendataan di lokasi sebelum kembali ke markas. Unit Damkar dilaporkan kembali ke Mako pada pukul 16.21 WIB.
"Dari hasil pendataan awal, kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian yang menyebabkan kebocoran pada selang gas. Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih teliti saat memasang, mengganti, dan memeriksa kondisi selang maupun tabung gas sebelum digunakan," tandas Aep. (Rustandi)






Posting Komentar