Kejar Target IPLM 17,15! Disarpusda Cimahi Tancap Gas Strategi Literasi 2026
Diah Ajuni Lukitosari menegaskan bahwa Disarpusda Kota Cimahi menargetkan IPLM naik menjadi 17,15 di tahun 2026. Target ini dipatok setelah IPLM Kota Cimahi pada tahun 2025 mengalami penurunan drastis akibat perubahan instrumen penilaian baru dari Perpusnas RI yang diberlakukan secara nasional dengan waktu sosialisasi yang sangat singkat, sehingga hampir seluruh daerah mengalami penurunan serupa.
"Menurut Diah, pengukuran IPLM tahun 2026 mencakup dua dimensi utama, yakni dimensi kepatuhan dan dimensi kinerja perpustakaan. Dimensi kepatuhan berkaitan dengan pemenuhan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) mulai dari koleksi, tenaga perpustakaan, sarana prasarana dan anggaran. Sementara dimensi kinerja melihat efektivitas serta capaian nyata perpustakaan dalam memberikan layanan kepada masyarakat," ucapnya.
Untuk mencapai target 17,15 tersebut, pihaknya telah menyiapkan strategi kolaboratif dan masif. Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, menjelaskan bahwa fokus utama adalah penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Perpustakaan Kota Cimahi," tambah.
"Selain penguatan inklusi, Disarpusda juga akan mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling, digitalisasi koleksi melalui aplikasi i-Cimahi dan e-library, serta mendorong akreditasi perpustakaan sekolah dan pengaktifan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di 15 kelurahan se-Kota Cimahi agar literasi tumbuh dari tingkat RT dan RW," tuturnya.
Rusli menambahkan, Disarpusda juga menggandeng Universitas Teknologi Bandung (UTB), Dinas Pendidikan, PKK, Karang Taruna dan komunitas literasi untuk mengembangkan konten edukasi, video sejarah Kota Cimahi, mini bioskop edukasi, hingga lomba-lomba literasi dan pemilihan Duta Baca Kota Cimahi 2026.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Diah Ajuni Lukitosari optimis target IPLM 17,15 di tahun 2026 dapat tercapai. "Kami ingin memastikan Perpustakaan Kota Cimahi adalah ruang yang ramah, terbuka, dan inklusif bagi semua. Tidak boleh ada sekat bagi siapa pun untuk belajar," tegas Diah.
"Ia berharap Kota Cimahi tidak hanya dikenal sebagai kota kreatif dan kota teknologi, tetapi juga sebagai kota yang literat dan masyarakatnya gemar membaca demi mewujudkan Cimahi yang cerdas, berdaya saing dan unggul di tingkat nasional dengan dukungan penuh seluruh stakeholder literasi," tutupnya. (Rustandi)





Posting Komentar