Polsek Cimahi Monitoring Mimbar Bebas KEMACI, Peringati September Hitam dan Tragedi Kanjuruhan
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut mengusung tema “Malam Puncak September Hitam dan Peringatan Tragedi Kanjuruhan”. Mimbar bebas itu diikuti sekitar 29 orang dengan Azka Budi Robbani selaku Ketua Umum KEMACI dan Abdullah Hasby sebagai koordinator lapangan.
Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang dilakukan di wilayah hukum Polsek Cimahi dan selama pelaksanaannya dilakukan monitoring serta pengamanan oleh personel kepolisian.
"Pengamanan melibatkan Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan, Kasat Intelkam Polres Cimahi AKP Dimas Pambudi, S.T.K., S.I.K., Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Cimahi Iptu R. Erfan Jayadi, S.H., Kanit Propam Polsek Cimahi Aipda Arip Budiman, serta personel Polres Cimahi dan Polsek Cimahi yang tersprin," kata kapolsek.
Lanjut Kapolsek menyampaikan, Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah pandangan terkait persoalan hak asasi manusia (HAM), mulai dari pembahasan tragedi 1965, aksi Reformasi Dikorupsi pada 30 September 2019, berbagai peristiwa demonstrasi mahasiswa yang menimbulkan korban, hingga tragedi Kanjuruhan.
"Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan HAM melalui proses hukum. Mereka menilai pemulihan terhadap korban perlu berjalan beriringan dengan upaya mengungkap kebenaran dan memastikan adanya pertanggungjawaban sesuai mekanisme hukum yang berlaku," tuturnya.
Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu isu utama yang disampaikan dalam mimbar bebas tersebut. Para peserta mengenang peristiwa 1 Oktober 2022 yang menelan korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang mengalami luka, sekaligus menyuarakan pentingnya keselamatan, akuntabilitas, pemulihan korban serta pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Selain Kanjuruhan, peserta juga mengangkat sejumlah catatan sejarah terkait dugaan pelanggaran HAM berat di Indonesia. Mereka menekankan pentingnya menjaga ingatan publik terhadap berbagai peristiwa masa lalu agar persoalan yang belum tuntas tetap menjadi perhatian dan pembelajaran bagi generasi berikutnya," tandas Kompol Donny. (Rustandi)







Posting Komentar