Tekan Kemiskinan dan Pengangguran, Pemkot Cimahi Gandeng Poltekesos Bandung
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data akurat.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah data kemiskinan dan pengangguran yang dinilai masih perlu diperbaiki agar kebijakan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
"Ngatiyana mengungkapkan, tingginya mobilitas pendatang di Kota Cimahi menjadi salah satu tantangan dalam pendataan. Warga dari luar daerah yang tinggal dan mencari pekerjaan di Cimahi berpotensi memengaruhi hasil pendataan apabila tidak teridentifikasi secara tepat," tegasnya.
Kondisi tersebut dinilai dapat membuat gambaran angka kemiskinan dan pengangguran kurang mencerminkan situasi yang sebenarnya di Kota Cimahi.
"Karena itu, setelah penandatanganan MoU, Pemkot Cimahi bersama Poltekkesos Bandung akan mendorong pendataan yang lebih valid sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program penanganan masalah sosial," tambah Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, kehadiran Poltekkesos diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah, sekaligus membuka jalur koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menangani persoalan yang membutuhkan dukungan lebih luas.
"Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga mencakup penanganan kenakalan sosial, persoalan pendidikan, serta berbagai permasalahan kesejahteraan masyarakat," tutup Ngatiyana.
Sementara itu, Direktur Poltekesos Bandung Suharma mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemkot Cimahi untuk mengidentifikasi persoalan sosial sekaligus merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Poltekkesos akan mengimplementasikan teknologi dan pendekatan penanganan kesejahteraan sosial yang telah dikembangkan, mulai dari perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan masyarakat kurang mampu," ujarnya.
Pelaksanaannya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kota Cimahi agar program yang dijalankan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Suharna juga berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup mandiri dan memperoleh hak yang setara," katanya.
Dukungan Kementerian Sosial menjadi salah satu aspek penting dalam kerja sama tersebut. Berbagai kebutuhan dan persoalan sosial yang ditemukan di Cimahi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut untuk mendorong penanganan secara terpadu.
"Suharma menyebut, kerja sama dengan Kota Cimahi ini menjadi langkah baru bagi kedua pihak untuk menerapkan kolaborasi secara langsung dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial di daerah," tambahnya.
Dengan masa kerja sama selama lima tahun, Pemkot Cimahi berharap kolaborasi ini mampu memperkuat efektivitas program sosial, meningkatkan ketepatan sasaran bantuan, serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
"Kini, tantangan utamanya adalah memastikan pembaruan data dan berbagai program intervensi benar-benar berjalan di lapangan. Sebab, keberhasilan kerja sama ini pada akhirnya akan diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat Cimahi," tandas Suharma. (Rustandi)








Posting Komentar