Asap Membubung ke Langit, Kebakaran Landa Area Wall Climbing Kampus Unjani Cimahi
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Berdasarkan laporan petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, sumber api diduga berasal dari percikan pekerjaan pengelasan yang mengenai terpal di bagian belakang wall climbing.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 13.59 WIB. Tak membutuhkan waktu lama, petugas langsung tiba di lokasi pada pukul 14.04 WIB atau hanya lima menit setelah laporan diterima.
Sebanyak sembilan personel dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Dalam operasi tersebut, Damkar Kota Cimahi menerjunkan dua unit mobil pancar dan satu unit kendaraan rescue guna mempercepat proses pemadaman serta mengantisipasi meluasnya kebakaran.
"Berdasarkan keterangan pegawai di lokasi, kejadian bermula saat seorang pekerja tengah melakukan pengelasan dudukan di bagian atas. Diduga, percikan api dari aktivitas tersebut jatuh mengenai terpal yang berada di belakang fasilitas wall climbing tanpa disadari oleh pekerja," tutur Aep.
Lebih lanjut Aep melanjutkan, kondisi baru diketahui ketika pegawai hendak beristirahat. Namun, api ternyata sudah terlanjur membesar. Kobaran api kemudian membakar sebagian area hingga menimbulkan kepulan asap yang membubung ke langit.
"Respons cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 20 meter persegi dari total luas kawasan sekitar 20 hektare. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sebanyak 50 jiwa juga berhasil diselamatkan," tambah Aep.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran diperkirakan menyebabkan kerugian barang atau isi mencapai Rp100 juta. Dugaan sementara, kejadian tersebut dipicu kelalaian saat proses pengelasan berlangsung, khususnya karena adanya material terpal yang terkena percikan api.
"Proses pemadaman dan pendataan akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 14.27 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke markas komando pada pukul 15.00 WIB. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi setiap pekerja agar lebih berhati-hati saat melakukan pengelasan, terutama di area yang berdekatan dengan bahan mudah terbakar," tandas Aep. (Rustandi)







Posting Komentar