BPBD Cimahi Buka-bukaan! Personel Cuma 32 Orang, Idealnya Butuh 62 untuk Hadapi Bencana
Andi mengakui, dengan segala keterbatasan yang ada, BPBD tetap dituntut menjalankan tugas kebencanaan secara maksimal. Mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, penanganan tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk mengendurkan pelayanan kepada masyarakat.
"Menariknya, di tengah kondisi serba terbatas tersebut, ketangguhan masyarakat Kota Cimahi dalam menghadapi bencana justru mencatatkan capaian membanggakan," ujarnya saat di temui Kamis (04/11/2026)
Berdasarkan data yang disampaikan Andi, tingkat ketangguhan atau resilience masyarakat Cimahi berada di posisi kedua di Jawa Barat. Begitu pula dengan indeks risiko bencana, yang menempatkan Cimahi sebagai daerah dengan risiko bencana terkecil kedua di tingkat provinsi.
"Capaian tersebut, kata Andi, menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas maupun sumber daya tidak harus menjadi penghalang untuk menghasilkan kinerja yang baik. Ia mengajak seluruh jajaran internal BPBD, relawan, serta unsur pentahelix untuk bersama-sama membalikkan keadaan. Kondisi minimalis harus dijadikan tantangan sekaligus motivasi untuk membangun kebanggaan melalui kerja nyata," tegas Andi.
Kekurangan bukan alasan untuk tidak maksimal," menjadi semangat yang terus ditekankan Andi kepada seluruh personel dan mitra kebencanaan.
"Ia ingin seluruh unsur yang terlibat membuktikan bahwa tugas-tugas penanggulangan bencana tetap bisa dilaksanakan secara optimal, baik sebelum bencana terjadi, saat tanggap darurat, maupun setelah bencana,"tegas Andi.
Namun, persoalan paling mendasar yang dihadapi BPBD Cimahi saat ini adalah keterbatasan personel organik. Andi mengungkapkan, jumlah pegawai yang dimiliki BPBD Kota Cimahi hanya 32 orang.
"Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menunjang seluruh tahapan penanganan kebencanaan, terutama ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan pengerahan personel dalam jumlah besar," tambah Andi.
Menurut Andi, BPBD idealnya memiliki sekitar 62 personel atau membutuhkan tambahan kurang lebih 30 orang lagi. Penambahan tersebut diperlukan agar pembagian tugas dapat berjalan lebih proporsional, khususnya dalam memperkuat personel yang bertugas pada fase tanggap darurat dan pascabencana.
"Sebab, dua fase tersebut membutuhkan kesiapan tenaga, kecepatan respons, serta koordinasi yang kuat di lapangan," ucap Andi.
Selama ini, untuk menutupi kekurangan personel, BPBD Kota Cimahi mengandalkan dukungan relawan yang sudah terbiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan penanggulangan bencana. Keterlibatan relawan menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas operasional BPBD, terutama ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan tambahan tenaga di lapangan.
"Andi berharap, semangat kolaborasi antara BPBD, relawan, masyarakat, dan seluruh unsur pentahelix terus diperkuat. Sebab, menghadapi ancaman bencana bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di tengah keterbatasan 32 personel, BPBD Cimahi ingin membuktikan bahwa kesiapsiagaan, kerja sama, dan pengabdian tetap menjadi kekuatan utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana," tandasnya. (Rustandi)





Posting Komentar